JAKARTA, fornews.co – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) berkomitmen mendorong pengembangan kewirausahaan bagi para pemuda khususnya berbasis lulusan perguruan tinggi. Para sarjana ini diajak mengubah pola pikir untuk tidak menjadi pencari kerja melainkan menjadi penyedia lapangan kerja dengan cara berwirausaha.
Hal itu disampaikan Menpora Zainudin Amali saat membuka Kuliah Kewirausahaan Pemuda yang dilakukan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang yang dilakukan secara virtual, Senin (02/11). Kerja sama berbasis strategis pemuda di Perguruan Tinggi di bidang kewirausahaan sangat diperlukan guna menyongsong era Revolusi Industri 4.0 dan bonus demografi yang tak terelakkan. Penyiapan para lulusan Unissula untuk tidak menjadi bingung dalam dunia kerja merupakan tujuan utama kerja sama.
“Pengembangan kewirausahaan pemuda merupakan salah satu program prioritas Kemenpora RI di mana tujuan kerja sama ini agar para lulusan perguruan tinggi (salah satunya, Unissula) nantinya tidak (berpikir) sebagai pencari kerja tetapi penyedia lapangan kerja,” ujar Menpora dilansir dari website resmi Kemenpora.
Zainudin mengapresasi apa yang disampaikan Rektor Unissula Bedjo Santoso bahwa pengembangan kewirausahaan dengan kemampuan digital bagi para mahasiswa dalam era sekarang Revolusi Industri 4.0.
“Saya apresiasi Unissula mewajibkan setiap lulusan melalui Laboratorium Enterpreneur Center sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan dunia kewirausahaan di kalangan mahasiswa,” katanya.
Anggota Komisi X DPR RI Mujib Rohmat yang turut menghadiri kuliah kewirausahaan tersebut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang bertujuan merubah orientasi para pemuda (mahasiswa) untuk berorientasi membangun usaha. Langkah ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk terus meningkatkan persentase penduduk yang menekuni dunia wirausaha yang secara data memang masih kecil bila dibandingkan dengan negara-negara maju.
“Data menyebutkan 80% lulusan (perguruan tinggi) orientasi menjadi pegawai pemerintah/swasta, 14% ke politik, dan lebih kurang 3-4% wirausaha. Kami Komisi X DPR RI sangat mendukung program Kemenpora RI ini untuk terus dikembangkan,” tuturnya. (ije)

















