JAKARTA, fornews.co – Kompetisi sepak bola Liga 1 dan Liga 2 kemungkinan besar akan batal dilaksanakan tahun ini. Hal itu merujuk waktu yang tersedia untuk menggelar kompetisi.
Sejatinya Liga 1 akan kick-off 1 Oktober 2020 dan Liga 2 pada pertengahan bulan Oktober 2020. Namun karena tidak mendapat izin dari kepolisian, PSSI pun menunda kompetisi hingga November 2020 dengan estimasi kompetisi selesai pada Maret 2021.
“Kalau dilanjutkan Desember atau Januari 2021, sulit bagi PT Liga Indonesia Baru untuk memutar kompetisi. Sebab, April sudah memasuki bulan puasa dan Mei-Juni, kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20. Jadi kalau dipaksakan pun pada bulan Agustus 2021. Tetapi, itu juga sulit bagi PSSI dan klub-klub Liga 1 untuk mengikuti agenda FIFA dan AFC,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada jumpa pers di gedung Kemenpora, Selasa (29/09).
Tak hanya itu, jika tidak ada kompetisi tahun ini hingga tahun depan akan menghilangkan satu generasi. Sebab dalam satu tahun banyak pemain yang tidak bisa mengikuti kompetisi, baik di Liga 1, Liga 2 maupun Liga 3.
“Tentunya akibat penundaan dari kompetisi ini, dampak langsungnya kepada pemain, perangkat pertandingan dan seluruh ekosistem sepak bola. Sebab mereka menggantungkan hidupnya dari sepak bola,” katanya.
Meskipun demikian, PSSI meyakini lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan kembali digelar. Iriawan pun meminta klub, pemain, wasit, dan semua perangkat pertandingan untuk bersabar dan tetap semangat.
Terkait penundaan kompetisi ini, PSSI menghormati dan memahami keputusan yang diambil oleh Kepolisian. Sebab, alasan keamanan, kesehatan, dan kemanusian menjadi yang paling utama dalam kondisi saat ini.
“PSSI juga mengapreasisi klub yang sudah bersemangat berkorban dan mempersiapkan tim demi kelanjutan kompetisi ini. Apalagi, banyak tim yang sudah datang ke Yogyakarta dan sekitarnya untuk mempersiapkan diri,” tuturnya. (ije)

















