PAGARALAM, fornews.co-Pencalonan Wakil Wali Kota Pagaralam Novirzah Djazuli, pada Pilkada Serentak 2018 nanti mengundang tanda tanya bagi publik Basemah.
Karena, hingga hari ini Novirzah yang berpasangan dengan Suharindi, belum mendapat dukungan satupun dari partai politik (parpol). Padahal, proses pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah ke KPU tinggal hitungan bulan lagi atau pada Januari 2018 mendatang.
Mencermati hal tersebut, Pengamat Politik Sumsel, Dicky Chaniago mengungkapkan, trend politik di Indonesia saat ini menunjukkan hasil survey berupa popularitas (keterkenalan) dan elektabilitas (keterpilihan) menjadi acuan utama parpol, untuk menentukan dukungan kepada kandidat yang akan maju dalam pilkada. Jadi, sebagian besar parpol akan mendukung kandidat yang elektabilitasnya tertinggi lantaran potensi memenangkan pilkada jauh lebih besar.
“Sebaliknya, parpol tidak akan mendukung kandidat yang elektabilitasnya rendah. Prinsipnya parpol tidak mau mendukung kandidat yang bakal kalah. Semua parpol ingin ikut menang karena kepentingan politik,’’ ungkapnya, Jumat (24/11).
Dicky melanjutkan, biasanya hasil survey yang dikerjakan lembaga-lembaga yang kredibel dan terpercaya, tidak akan berbeda dengan hasil sebuah pilkada. Jadi, dalam menentukan dukungan terhadap seorang kandidat, parpol sangat mempercayai hasil survey. “Meski finansial mendukung, namun jika elektabilitas kandidat tersebut rendah, maka akan sulit mendapat dukungan parpol. Intinya, jika tak satupun parpol mau mendukung, dipastikan calon itu elektabilitasnya rendah,’’ ujarnya.
Sebagai contoh, urai Dicky, banyaknya parpol yang sejak awal mendukung Ridwan Kamil (RK) pada Pilkada Jawa Barat 2018, lantaran Wali Kota Bandung itu menduduki peringkat tertinggi elektabilitasnya dari berbagai hasil survey. “Begitu juga pada Pilkada di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumsel. Semua parpol melirik calon yang elektabilitasnya tertinggi,’’ ujarnya.
Dari kondisi terakhir, hingga hari ini baru tiga bakal pasangan calon (paslon) yang telah mendapat tiket dukungan parpol. Ketiga bakal paslon itu, yakni pasangan Ida Fitriati Basyuni- Armansyah (koalisi Partai Golkar, PBB, Hanura, PPP dan Perindo); pasangan Gunawan – Febrianto (koalisi Gerindra, PKS dan PAN); dan pasangan Alfian- M. Fadly (koalisi PKB dan Nasdem). Berbeda dengan pasangan Novirzah Djazuli- Suharindi yang belum mendapat satupun dukungan parpol.
Terpisah, Suharindi mengakui, kalau mereka belum ada dukungan dari satupun parpol. Tapi, mereka tetap berharap beberapa parpol yang belum memutuskan, seperti PDIP, Partai Demokrat dan PKPI akan mendukung mereka. “Bila tidak ada parpol yang mendukung, kami siap maju melalui jalur perseorangan. Sampai saatnya nanti kami akan mendaftar ke KPUD Pagaralam,’’ tandasnya. (tul)

















