Nyamar Jadi Polisi untuk Menipu, Ari Diciduk Jatanras Polda Sumsel

Ari Septian Pratama yang menyamar sebagai Ipda Julian Saputra ditangkap anggota Jatanras Polda Sumsel di depan RS Muhammadiyah Palembang, Senin (26/11) pagi. (ist)

PALEMBANG, fornews.co – Gagal tes penerimaan polisi tak menyurutkan niat Ari Septian Pratama menjadi anggota Korps Bhayangkara. Dengan seragam dan atribut lengkap polisi plus air soft gun, Ari menyaru sebagai polisi berpangkat Inspektur Dua dan mengubah namanya jadi Julian Saputra.

Atas aksinya ini, Ari berhasil menipu belasan orang khususnya perempuan yang termakan bujuk rayunya. Korbannya pun beragam, mulai dari mahasiswa, anak Kades, anak anggota TNI bahkan anggota Polwan.

Namun, aksi tebar pesona dan tipu-tipu Ari terhenti Senin (26/11) pagi. Ari diamankan anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel di depan RS Muhammadiyah Palembang, Jalan A Yani, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan SU II.

“Sudah satu bulan menjadi polisi gadungan, dibiayai seseorang lewat chatting. Tak lama setelah itu bertemu lalu dikasih seragam dan senjata api jenis air soft gun. Seluruh seragam sudah dijahitkan, saya tinggal memakainya saja,” terang Ari usai tertangkap.

Dalam melancarkan aksinya, warga Muara Enim ini mengaku sebagai anak pejabat tinggi Polri yang menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra). Jika korbannya bertanya kesatuan dinasnya, Ari mengatakan bertugas di bagian laboratorium forensik di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumsel.  

“Saya terus terang, kalau keuntungan uang dari menjadi polisi gadungan tidak ada. Tapi kalau perempuan yang saya kenal sudah saya “gituin” semua. Jadi mereka hanya menjadi korban perasaan karena mereka saya janjikan akan dinikahi. Untuk uang saya pernah dikasih orang yang menyuruh saya menjadi polisi gadungan sebesar lima juta,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yudi Suhariyadi mengatakan, modus yang digunakan pelaku untuk menipu para korbannya adalah dengan berpura-pura menjadi anggota Polri dengan menggunakan seragam lengkap berpangkat Inspektur Dua Polisi serta senjata api jenis air soft gun.

“Korban yang rata-rata perempuan terperdaya, bahkan ada yang menyerahkan uang kepada tersangka karena korban dijanjikan untuk dinikahi oleh tersangka,” tukasnya. (ije)

Loading...