PALEMBANG, fornews.co – Meski dihadapkan pada berbagai persoalan, namun akhirnya Pekan Paralympic Provinsi (Perpaprov) Sumsel 2017 di Kabupaten Muaraenim sukses digelar. Keluar sebagai juara umum adalah Kabupaten Ogan Ilir.
Ajang Perpaprov Sumsel 2017 yang dijadwalkan 23-25 Desember 2017, nyaris gagal berlangsung. Sebab Kabupaten Muaraenim yang ditunjuk sebagai tuan rumah mengundurkan diri tiga hari jelang pelaksanaan. Namun berkat kesepakatan seluruh peserta akhirnya pesta olahraga kaum disabilitas ini bisa dijalankan dengan baik.
Ogan Ilir sukses menuai prestasi 27 keping emas, 11 perak dan 11 perunggu dan diikuti sang runner up kontingen OKI dengan 19 emas, 17 petak dan 17 perunggu sementara peringkat tiga ditempati Prabumulih. Sedangkan, Kota Palembang harus puas di posisi ke 9 dengan 4 emas dan 4 perak.
“Ini Perpaprov perdana, setiap permulaan pasti ada kesulitan dan ternyata semua (bisa diselesaikan) diluar dugaan,” ujar Ketua Umum National Paralympic Committe (NPC) Sumsel, Ryan Yohwari, Selasa (26/12).
Kesulitan yang dimaksud Ryan, seusai Muaraenim mengundurkan diri sebagai tuan rumah, segala fasilitas pendukung event menjadi sulit. Sehingga panitia hanya bisa mengupayakan peminjaman tempat untuk bertanding. Beruntung, berbagai kabupaten lain yang peduli dengan ajang ini turut membantu dengan berbagai upaya sehingga semua diluar dugaan dan ekspektasi.
“Seperti bus atlet kita dibantu Pemerintah Kota Prabumulih, Tim Kesehatan dibantu Pemerintah PALI dan lainnya,” terangnya.
Dirinya berharap, ajang Perpaprov kedua yang bakal digelar di Prabumulih 2019 bisa lebih maksimal lagi baik dalam penyelenggaraan maupun dari segi prestasi.
“Alhamdulillah, Wali Kota Prabumulih menyatakan siap menjadi tuan rumah. Dan kita pun menyambut baik keinginan Prabumulih,” jelasnya.
Kedepan Perpaprov akan lebih dimaksimalkan dari lima cabang olahraga yakni atletik, tenis, renang, catur dan bulutangkis ditambah beberapa olahraga utama sehingga pemerataan prestasi lebih tersebar.
“Evaluasi ini sangat luar biasa, ternyata semua bahu membahu, banyak yang membantu. Kita berharap ada Jendy-Jendy lain yang tumbuh sehingga pemetaan atlet provinsi banyak masuk ke level Internasional,” pungkasnya. (bas)

















