KAYUAGUNG, fornews.co – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akan dilintasi oleh jalur kereta angkutan batu bara rangkaian panjang (Babaranjang). Hal ini menyusul rencana PT Bukit Asam (BA) bakal menambah kapasitas angkut batu bara dari 25 juta hingga 35 juta ton pertahun.
“Jalur kereta api ini cukup krusial di dalam penambahan produksi perusahaan. Pasalnya, kereta api merupakan satu-satunya angkutan yang bisa mengangkut batu bara dari lokasi tambang ke pelabuhan,” ujar Pimpinan Proyek Pembangunan Angkutan Batubara, Gadri pada rapat koordinasi di Kantor Bupati OKI, Selasa (09/07).
Dijabarkan, pembangunan rel kereta api yang bakal dibangun mencapai 38,35 kilometer (Km) melintasi tiga kabupaten, di mana 3,6 Km di antaranya akan melintas di Kabupaten OKI, seperti Desa Pedu, dan Desa Simpang, Kecamatan Jejawi, OKI.
“Pembangunan jalur khusus batubara ini diperuntukan untuk mewujudkan Sumsel, sebagai lumbung energi dengan menambah produksi hingga 60 juta ton pada 2022 mendatang dari semula hanya sekitar 25 juta ton per tahun,” bebernya.
Sementara, Sekda OKI, H Husin SPd MM menyampaikan bahwa pihak Pemkab OKI, akan mendukung proyek untuk kepentingan nasional ini. Meskipun demikian, Sekda tetap mengingatkan kepada pihak PTBA agar tetap memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Apalagi, jalur kereta ini di antaranya akan melintas di perkebunan serta sawah warga.
“Harus benar-benar diperhatikan dampak lingkungan dari proyek ini baik amdalnya maupun dampak sosial yang akan muncul ketika pelaksanaan,” tegasnya.
Berdasarkan grand design yang ada, jalur kereta ini diperkirakan akan melintas di atas tol Kayuagung-Palembang melalui fly over. Terkait lintasan fly over di atas tol ini, tim Teknis PTBA, Sarjono mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Waskita.
“Untuk lintasan tol akan dibangun fly over. Kita sudah koordinasikan dengan Waskita,” tandasnya. (rif)

















