PALEMBANG, fornews.co – Duta Besar dari Negara Thailand, Phasporn Sangasubana mengatakan, Palembang dengan keberagaman budaya dan kemajuan infrastrukturnya perlu dikenalkan lagi ke negara-negara luar.
“Saya mendapatkan informasi dari Komite ASEAN. Palembang, ini sangat tertutup dari budaya luar, kurang populer di kalangan luar negeri,” ungkapnya, dalam kunjungannya bersama sembilan Duta Besar Negara Asean, Rabu (03/07).
Phasporn mengaku, tetap merasa kagum dengan antusias warga Palembang, yang sangat ramah. Ke depan juga diharapkan, dapat tercipta sebuah kerjasama sehingga bisa saling mengenalkan keunggulannya negara masing-masing.
“Ini pertama kali saya ke Palembang, terimakasih telah mendapat sambutan yang bersahabat di sini,” ujarnta, seraya mengatakan kalau ini merupakan kali pertama ia menginjakkan kaki di Palembang.
Sementara, Staf Kementrian Luar Negri (Kemenlu) RI, Chilman Arisman mengatakan, dipilihnya Palembang, sebagai agenda kunjungan dikarenakan banyak event-event besar berskala internasional digelar di daerah ini, seperti Asean Games pada 2018 lalu.
“Kunjungan ke Palembang, dikarenakan telah sukses melaksanakan Asean Games dengan Jakarta pada 2018 kemarin. Pasti Palembang, termasuk kota yang perkembangan infrastrukturnya cepat,” katanya.
Chilman juga menjelaskan, kunjungan ini sebagai sarana untuk saling mengenal dan mempromosikan negara masing-masing di Asean, sehingga negara-negara Asean tidak hanya terhubung dalam bentuk fisik saja, melainkan juga terhubung secara emosional sesama negara (Asean).
“Kunjungan ini juga bagaimana kita bisa terhubung khususnya bukan hanya secara fisik, tapi juga secara people to people, bagaimana penduduk di Asean ini bisa saling terhubung atau konektivity,” jelasnya.
Sebanyak 10 Duta Besar Perwakilan dari negara-negara Asean datang ke Kota Palembang, yakni: Duta Besar Brunei Darussalam Kasmadati Dato; Pasporn Sangasubana dari Thailand; dan Ade Patmo Sarwento dari Indonesia; Ekka Poda dari Negara Laos; Syarifah Norhana Syed Mustaffa dari Malaysia; Min Lwin dari Myanmar; Noel Sarvidwan dari Filipina; Kok Li Peng dari Singapura; dan Tran Dve Binh dari Vietnam. (irs)
















