JAKARTA, fornews.co – Tak henti-hentinya, pemerintah terus mengimbau agar masyarakat tetap tinggal di rumah saja demi memutus mata rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Hal ini terus dikumandangkan karena dipercaya menjadi salah satu pemutus mata rantai penularan wabah.
Melihat kondisi wabah dan ramadhan yang akan tiba dalam beberapa hari lagi ini, pemerintah melalui Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Rabu (22/04) mengatakan bahwa inilah saatnya untuk umat muslim menjalankan ibadah ramadan bersama keluarga.
“Disiplin untuk tinggal di rumah. Untuk muslim, sebentar lagi ramadan, inilah saatnya kita jalankan ramadan bersama keluarga, karena kita tidak tahu siapa orang di luar yang bawa virus, banyak orang tanpa gejala yang tidak bisa dibedakan mata biasa,” katanya.
Selanjutnya, menurut Yurianto kebiasaan yang dapat memutus mata rantai penularan ialah senantiasa mengenakan masker jika keluar rumah, menghindari kerumunan, menghindari menaiki kendaraan dengan penumpang penuh.
“Termasuk dalam hal membeli makanan untuk tetap diusahakan dari rumah. Usahakan gunakan jasa pengantaran kalau membutuhkan sesuatu, segera pulang sesampai di rumah lepas masker, cuci tangan dengan sabun, dan ganti dengan masker baru,” tuturnya.
Dia juga mengajak untuk senantiasa menjaga kelompok rentan (terpapar COVID-19) seperti para lansia, dan mereka yang memiliki penyakit bawaan seperti darah tinggi, kencing manis, asma, kanker, TBC dan lainnya.
“Karena mereka rentan dan akibat fatal kalau terinfeksi Covid-19. Keberhasilan ini tergantung peran serta masyarakat, RT/RW, desa sampai pelaksanaan isolasi mandiri baik perorangan dan kelompok, dan kepatuhan penerapan PSBB kuat dengan penelurusan kontak lebih agresif dengan dinas kesehatan setempat dan uji sampel secara masif,” tandasnya. (rif)

















