JAYAPURA, fornews.co – Setidaknya ada tiga klaster baru yang berpotensi terjadi penularan COVID-19 dan harus diwaspadai Pemerintah Provinsi Papua. Tiga klaster tersebut adalah Pilkada Serentak 2020, Libur Natal dan Tahun Baru 2021, serta Pekan Olahraga Nasional XX tahun 2021.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Taskforce Kementerian Kesehatan untuk Provinsi Papua, dr Iwan Trihapsoro. Untuk itu Iwan mengimbau agar sosialisasi dan penerapan Protokol Kesehatan 3 M terus dimasifkan. Hal ini sangat penting dalam rangka memutus mata rantai penularan COVID-19.
“Ada tiga agenda ke depan yang harus diantisipasi karena berpotensi memicu klaster baru COVID-19. Pertama, Pilkada Serentak tanggal 9 Desember di 11 kabupaten. Kedua, liburan panjang Natal dan Tahun Baru. Ketiga, pelaksanaan PON XX tahun 2021 di mana Papua menjadi tuan rumah,” ujar Iwan pada pertemuan evaluasi penanganan COVID-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Selasa (8/12).
Di hadapan Jajaran Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Direktur Rumah Sakit se-Provinsi Papua yang dilaksanakan secara daring dan luring di Kantor Dinas Kesehatan Papua, Iwan mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Papua dalam memasifkan tracing dan testing COVID-19. Namun hal yang harus diantisipasi juga yakni terjadinya lonjakan kasus. Jangan sampai terjadi kekurangan tempat tidur isolasi di fasilitas pelayanan kesehatan serta kelelahan para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan COVID-19. Untuk itu diperlukan langkah-langkah antisipasi salah satunya dengan menyiapkan fasilitas isolasi mandiri.
“Di Jakarta saja kita siapkan 20 ribu kamar hotel untuk perawatan (isolasi mandiri), sekaligus menghidupkan bisnis perhotelan,” kata Tenaga Ahli Menkes Bidang Krisis Kesehatan ini.
Sementara itu, Kepala Dinkes Provinsi Papua Robby Kayame mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Provinsi Papua dalam penanganan COVID-19 sampai saat ini. Baik Dinas Kesehatan maupun stakeholders terkait semua memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga masyarakat Papua yang sehat untuk tetap sehat, dan yang sakit dapat cepat sembuh
“Kita harus tetap gandeng tangan memukul mundur COVID-19 dari Bumi Cendrawasih,” tegasnya.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jayapura Harold M Pical meminta Dinas Kesehatan baik di provinsi maupun kabupaten/kota untuk menindaklanjuti laporan data pelaku perjalanan yang dikirim KKP melalui kartu kewaspadaan atau Health Alert Card (HAC). Hal ini bertujuan untuk memudahkan petugas dalam melakukan contact tracing kepada para pelaku perjalanan.
Menutup pertemuan, secara simbolis juga dilakukan serah terima bantuan masker dari Kementerian Kesehatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi, dan Kabupaten Jayapura. Total bantuan masker yang sudah diserahkan dari Kementerian Kesehatan untuk Provinsi Papua sendiri sebanyak 362.194 masker. (ije)

















