JAKARTA, fornews.co – Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempabumi dengan kekuatan 6,9 skalarikhter (Sr) Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB, telah dinyatakan berakhir dan warga dilanda gempa sudah bisa pulang ke rumah.
BMKG pada Sabtu (16/12) sekitat pukul 02:30 WIB, mencabut peringatan tsunami. Berdasarkan laporan petugas BPBD dan relawan, tidak ada tsunami di sepanjang Pantai selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta.
“Tidak terlihat adanya tanda-tanda air laut surut. Kondisi muka air laut di pesisir Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Bantul, Kulon Progo, Cianjur, Garut, Sukabumi, Cilacap dan Kebumen semuanya normal. Tidak ada yang surut. Semua normal dan aman,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya.
Atas kondisi ini, masyarakat diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan tenang. Kondisi sudah aman, sudah tidak ada potensi tsunami. Namun, sebelum masuk ke dalam rumah, cek lebih dahulu kondisi rumahnya, apakah ada kerusakan atau tidak.
“Jika kondisi rumah rusak, terlebih lagi kerusakan di struktur bangunan maka disarankan untuk tidak masuk ke dalam rumah dulu. Lebih baik ke rumah kerabat atau mencari tempat yang lebih aman untuk sementara waktu,” imbaunya.
Tercatat gempa susulan terjadi 5 kali dengan magnitude yang lebih kecil. Ini adalah hal yang alamiah karena system lempeng bumi mencari keseimbangan. Setiap terjadi gempa yang cukup besar maka akan diikuti gempa susulan yang lebih kecil beberapa kali.
“Tidak perlu panik. Jangan percaya pada isu-isu atau informasi yang menyesatkan. Dalam kondisi darurat seperti ini, banyak informasi menyesatkan dan palsu. Informasi tentang permukaan air laut surut di Pacitan ternyata hoax atau berita bohong. Cek selalu informasi terkini dari BMKG, BNPB dan BPBD,” ucapnya.
Lanjutnya, penanganan dampak gempa masih terus dilakukan. Petugas BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan lainnya masih melakukan penanganan dan pendataan dampak gempa. “Update dampak gempa dan penanganan akan disampaikan segera,” tandasnya. (*/ibr)
Dampak gempa, data sementara yang diterima BNPB:
1. Di Kabupaten Pangandaran terdapat 3 rumah rusak berat dan 3 rumah rusak ringan beberapa kerusakan rumah di Kecamatan Cimerak, Kecamatan Pangandaran, dan Kecamatan Sidamulih.
2. Di Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis terdapat beberapa rumah ambruk dan rusak. 1 orang meninggal dunia (Hj. Dede Lutfi, 62) dan 2 luka-luka tertimpa bangunan roboh.
3. Di Banyumas terdapat 6 rumah rusak berat dan kerusakan di RSUD Banyumas, tembok retak dan pasien dievakuasi ke luar bangunan.
4. Di Kebumen terdapat 2 orang luka-luka tertimpa rumah roboh.
5. Di Kecamatan Ajibarang Banyumas terdapat 1 rumah roboh.
6. Di Kota Pekalongan terdapat 1 orang luka-luka terimpa bangunan roboh.

















