PALEMBANG, fornews.co – Dalam sepekan kedepan, lintasan Jakabaring Bowling Center diramaikan ratusan atlet boling nasional. Penyebabnya lintasan boling yang diklaim terbaik di Asia ini akan menggelar dua kejuaraan nasional yang digelar berdekatan.
Pertama, Kejuaraan Boling Tingkat Nasional Piala Gubernur Sumsel yang dilaksanakan Pengprov PBI Sumsel, 5-6 Oktober 2019. Kedua, giliran Kejurnas Soetopo Jananto Cup yang akan dihelat 7-11 Oktober 2019. Pelaksanaan dua Kejurnas dalam waktu berdekatan ini tidak hanya mengukur prestasi atlet, namun juga sebagai pemantapan persiapan jelang pelaksanaan 55th Bowling World Cup 2019 di Jakabaring Bowling Center, 16-24 November 2019.
“Saya yang (merasa) surprise dan berterimakasih kepada Pengurus Besar PBI dan Pengprov PBI Sumsel yang telah bersama-sama hari ini terbukti bisa menyelenggarakan event Kejurnas pertama kalinya disini,” ujar Gubernur Sumsel H Herman Deru usai membuka Kejurnas Bowling Piala Gubernur Sumsel 2019 di Jakabaring Bowling Center, Sabtu (05/10).
Menurut Herman, kejuaraan ini terselenggara karena ada beberapa kondisi yang mendorongnya. Pertama, kejuaraan ini sebagai sarana untuk mengukur kesiapan venue dan kepanitiaan jelang World Cup Bowling yang diselenggarakan November nanti. Kedua, kegiatan ini untuk lebih memperkenalkan lagi boling kepada masyarakat di seluruh level usia.
“Yang ketiga, dengan event ini kita ingin menepis bahwa boling itu adalah olahraga milik segmen tertentu. Ini olahraga semua lapisan, tidak harus ada pada golongan ekonomi tertentu dulu baru boleh main boling, tidak begitu juga. Tapi ini olahraga milik semua lapisan masyarakat,” tuturnya.
Apresiasi khusus pun dilayangkan Herman kepada Ketua Pengprov PBI Sumsel Kurmin Halim atas terselenggaranya Kejurnas Piala Gubernur Sumsel ini. Sebab, meski pada PON XX Papua cabor boling tidak dikompetisikan, namun event seperti ini bisa menjaga motivasi para atlet.
“Kepada Pak Kurmin saya ucapkan selamat dan selalu bersemangat. Meskipun di PON tahun depan tidak dimainkan karena Papua dan Papua Barat tidak punya lintasan boling, namun ajang seperti ini tidak mengurangi semangat atlet di seluruh Indonesia untuk tetap mempertahankan prestasi,” tukasnya.
Ketua Pengprov PBI Sumsel Kurmin Halim menerangkan, peserta Piala Gubernur Sumsel ini ditargetkan mencapai 125 peboling dari 12 provinsi yaitu Riau, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Sumatra Selatan.
“Kejuaraan dibagi dalam dua klasifikasi masing-masing grade A putra dengan average 199 ke bawah, grade B putra dengan average 189 dan ke bawah, grade A putri dengan average 189 ke bawah, serta grade B putri dengan average 179 ke bawah. Seluruh event dipertandingkan tanpa melalui babak kualifikasi, dengan format 10 game untuk putra dan 8 game untuk putri. Adapun total hadiah di kejurnas ini Rp217.500.000,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBI Percha Leanpuri menambahkan, sejak terpilih memimpin PBI, dirinya bertekad menjadikan olahraga boling ini sebagai olahraga rakyat. Percha ingin menghapus kesan bahwa boling hanya bisa dimainkan oleh masyarakat menengah ke atas.
“Dengan event seperti ini diharapkan bisa menepis semua asumsi yang ada bahwa boling ini sesuatu hal yang asing. Jadi sebetulnya olahraga boling ini adalah olahraga yang menarik, karena mungkin ini bisa diliat semua seperti fun game tapi serius. Harus memiliki strategi khusus bagaimana menjatuhkan semua pin. Mudah-mudahan dari kejuaraan seperti ini muncul atlet-atlet baru yang bisa berprestasi hingga internasional. Terima kasih juga untuk Pak Gubernur buat dukungannya,” tukas putri sulung Herman Deru ini. (ije)

















