SEKAYU, fornews.co – Revolusi Industri 4.0 merupakan keniscayaan yang tak mungkin ditolak. Oleh karenanya dibutuhkan langkah strategis untuk menghadapinya agar tidak tertinggal.
Kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak, merupakan sedikit contoh dari Revolusi Industri 4.0. Untuk kemajuan sebuah bangsa tentu membutuhkan perubahan di berbagai bidang, salah satunya adalah bidang pendidikan.
“Salah satu perubahan itu bisa terbentuk dan dapat kita lakukan tentunya dengan perbaikan sumber daya manusia,” ujar Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, Selasa (20/11).
Diakui Dodi, menghadapi Revolusi Industri 4.0 bukan hal yang mudah. Sederet hal perlu dipersiapkan, misalnya saja dengan merubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini.
“Dari sisi Sumber Daya Manusia di Musi Banyuasin, yang mulai diterapkan adalah kita merubah tiga hal dari sisi edukasi, yang paling prinsip yakni mengubah sifat dan pola pikir anak-anak didik berdasarkan tuntutan zaman sekarang. Kemudian sekolah-sekolah harus bisa mengasah dan mengembangkan bakat anak didiknya dan selanjutnya , institusi pendidikan tinggi seharusnya mampu mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang dan kedepan,” kata Dodi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muba, Musni Wijaya menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan peningkatan SDM Musi Banyuasin sejak usia dini dengan menggandeng Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan Video Blogging, 19-24 November 2018 di Sekayu.
“Mengingat komitmen Bupati Muba Dodi Reza Alex sangat ingin SDM Muba sejak dini mampu bersaing dengan anak-anak di negeri ini kedepannya maka dengan pelatihan ini kami harapkan peserta didik bisa mengikuti perkembangan teknologi dan informasi supaya mereka bisa maju lebih cepat dan siap untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0,” tutur Musni.
Sementara itu, Speaker Training Vlog dari PSF School Development Outreach, Faris Budiman Annas mengatakan, kualitas SDM di Muba ini sebenarnya tidak kalah dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Terbukti pada November 2017 pelajar dari Bumi Serasan Sekate menjuarai VLOG Internasional di Jakarta yang diraih Salsabila dari SDN 1 Babat Toman, Gandes Ken Candra SDN 1 Babat Toman, dan Bindu Rahmat Horas Arusan SMPN 1 Sungai lilin.
“Nah, kami sangat tertarik dengan peserta didik di Muba ini. Kami ingin memperdalam lagi pemahaman dan meningkatkan kualitas mereka dengan memberikan training vlog ini. Apalagi dari Muba ini sudah pernah ada yang menjuarai vlog internasional,” ujarnya.
Menurut Faris, kegiatan training vlog di Muba kali ini diberikan untuk peserta didik di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 6.
“Training vlog ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan mengintegrasikan TIK sebagai media pembelajaran,” jelasnya.
Disamping itu, lanjutnya, dengan menguasai materi training vlog nantinya peserta didik di Muba juga turut andil memperkenalkan keanekaragaman yang ada di Muba lewat vlog yang mereka buat nantinya. (ije)
















