DEN PASAR, fornews.co – PSSI meminta kepada para pelatih yang menjadi peserta kursus pelatih Lisensi A PSSI Diploma Modul 3, harus cepat mengikuti tren sepak bola modern.
Hal tersebut diutarakan, Sekjend PSSI, Yunus Nusi memberikan arahan kepada 26 peserta kursus, yang sebagian merupakan eks pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia, di Den Pasar, Bali, Minggu (20/3/2022).
“Selain segi teknis dan taktis, pelatih juga harus memegang peran penting dari sisi psikologi pemain. PSSI memberikan media pembelajaran yang seluas-luasnya bagi para pelatih lokal dalam mengasah kemampuannya,” kata Yunus.
Yunus mengungkapkan, pelatih juga harus meningkatkan etos kerja, serta kualitas kepelatihan. Kemudian, proses pengembangkan diri dengan ilmu-ilmu pengetahuan lain yang sangat mendukung sepak bola, seperti IT, administrasi, kemampuan analisa, berbahasa dan lain-lain.
“Pelatih bisa menjadi garda terdepan, bahwa saat ini PSSI dengan berbagai program kepelatihannya bergerak menuju ke arah yang lebih baik. Selamat berjuang dalam meningkatkan kualitas sepak bola di Indonesia, saya yakin sepak bola Indonesia akan maju oleh orang Indonesia itu sendiri,” ungkap dia.
Mantan pemain Timnas Indonesia, Ilham Jaya Kesuma, yang menjadi peserta kursus mengatakan, bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kursus ini. Sudah tentu, Ilham tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
“Saya ingin meningkatkan kemampuan melatih. Sepak bola modern sekarang selalu update dan terus mengalami perkembangan dalam hal melatih,” ujar legenda hidup Persita Tangerang itu.
Dua instruktur yang memimpin kursus kepelatihan Lisensi A yang memberikan materi teori atau praktek di lapangan ini yakni, Yeyen Tumena dan Emral Abus. (aha)
Nama-nama Peserta Kursus Lisensi A PSSI Diploma Modul 3:
- Irwansyah – Jawa Barat
2. Eduard Ivak Dalam – Papua
3. Ilham Jaya Kesuma – Banten
4. Lulut Kistono – Jawa Timur
5. Kahudi Wahyu Widodo – D.I. Yogyakarta
6. Ega Raka Ghalih – Jawa Barat
7. Deris Herdiansyah – Jawa Barat
8. Tithan Wulung Suryata – Jawa Tengah
9. Ixsan Fajar Pranoto – D.I. Yogyakarta
10. Regi Aditya – Jawa Barat
11. Mat Halil – Jawa Timur
12. Gilang Ramadhan – Jawa Barat
13. Khamid Mulyono – Jawa Tengah
14. Ahmad Shoffianto – Jawa Tengah
15. Mohammad Nasuha – Banten
16. Bayu Eka Sari Teguh – Kalimantan Tengah
17. Sabrun Hanapi – Jawa Barat
18. A Agam Haris Pambudi – Jawa Timur
19. Doni Suherman – Jawa Timur
20. Akhsanul Viddin – DKI Jakarta
21. Sony Setiawan – Jawa Timur
22. Ambitie Dolus Cahyana – Jawa Timur
23. Bambang Sumantri – Jawa Timur
24. Anang Hadi – D.I. Yogyakarta
25. Indriyanto Setyo Adi Nugroho – Jawa Tengah
26. Nurcholis Madjid – DKI Jakarta

















