PALEMBANG, fornews.co – Usai resmi diumumkan sebagai pelatih Sriwijaya FC di kompetisi Liga 2 2020, nama Budiardjo Thalib ramai diperbincangkan di media sosial.
Sriwijaya beruntung mendaratkan pelatih juara yang baru saja membawa Persik Kediri menjadi kampiun Liga 2 2019. Sebab selain dibesut pelatih bertangan dingin, Sriwijaya juga bakal dibuat sebagai tim yang lebih menghibur dengan permainan atraktif.
Meski berstatus pelatih juara, belum banyak yang tahu perjalanan karier masa lalu Budi yang juga terbilang moncer sebagai pemain. Pria asli Makassar, Sulawesi Selatan, kelahiran 4 Juli 1970 ini ternyata pernah memperkuat beberapa klub sepak bola Tanah Air. Bahkan Budi juga pernah masuk skuat tim nasional futsal Indonesia yang turun di kejuaraan dunia.
Budi memulai karier pemain di tahun 1989 dengan bergabung di PSM Junior. Berselang dua tahun, Budi masuk tim Pra PON Sulsel. Setelah itu, Budi muda pun mulai merantau dengan bergabung ke PSIS Semarang di tahun 1992.
Karier Budi berlanjut ke Persibat Batang (1993-1994), PSIR Rembang (1995), Persiku Kudus (1996-1997), Maratex Pekalongan (1998-1999), Persid Jember (2002).
Perjalanan Budi sebagai pemain justru diakhiri sebagai pemain tim nasional futsal Indonesia di tahun 2003-2004. Selama membela Merah Putih di lapangan futsal, Budi turun di berbagai turnamen internasional seperti Kejuaraan Dunia di Kuala Lumpur, Kejuaraan Asia Tenggara di Kelantan dan Kejuaraan Asia di Teheran, Iran.
Usai gantung sepatu, Budi memulai kariernya sebagai pelatih. Tim pertama yang dibesutnya adalah PSM U15 di tahun 2007. Saat itu Budi sukses membawa timnya menjadi peringkat tiga pada kejuaraan nasional di Yogyakarta. Setelah itu, Budi dipercaya menangani PSM U18 yang berpartisipasi di Soeratin Cup.
Tahun 2008, Budi dipercaya menukangi Persipare Parepare yang berlaga di Divisi II. Berlanjut musim 2009 di Persiko Kotabaru.
Karier Budi mulai diperhitungkan saat sukses membawa Perssin Sinjai promosi ke Divisi Utama musim 2010. Bahkan di akhir musim 2011/2012, Budi membawa skuat Perssin menjadi runner-up Divisi Utama. Tak dipertahankan Perssin, Budi pindah ke Cilegon United yang berkompetisi di Divisi II Nasional 2013. Dia pun membawa Cilegon promosi ke Divisi I Nasional.
Di tahun 2013 Budi sempat menangani Bontang FC sebelum mengarsiteki Perssu Sumenep di Liga Nusantara musim 2014. Di Perssu ini, Budi membawa timnya lolos ke Divisi Utama.
Selanjutnya Budi kembali ke Makassar untuk membesut tim Diklat PPLP Makassar di tahun 2015 untuk turun di Kejuaraan Antar Diklat PPLP se-Indonesia di Bangka Belitung. Kemudian Budi menjadi asisten pelatih Robert Rene Albert saat menangani PSM Makassar di musim 2016. Pindah ke Persipura Jayapura di musim 2018, Budi menjadi asisten Luciano Leandro yang menjadi pelatih kepala Mutiara Hitam. Selepas dari Persipura, Budi mendarat di Persik Kediri musim 2019 dan menjadi juara Liga 2. (ije)

















