PALEMBANG, fornews.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan membangun jembatan Mulak Ulu yang baru. Pasalnya, jembatan yang lama sudah rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan akibat diterjang banjir bandang.
Jembatan Mulak Ulu yang baru ini diprediksi bakal menghabiskan dana mencapai Rp 20 Miliar.
Plt Kepala Dinas PUBM-TR Sumsel, Darma Budhi mengatakan, saat ini untuk pembangunan jembatan Mulak Ulu, Lahat, memasuki tahap mobilisasi kendaraan berat serta akses jalan pendekat,
Nantinya, sembari menunggu jembatan Mulak Ulu ini dikerjakan pihaknya bakal membangun jembatan sementara atau jembatan baley. Untuk memudahkan kendaraan untuk menyeberang.
“Saat ini kami telah melakukan mobilisasi beberapa bahan dan targetnya dalam waktu dekat jembatan bailey ini sudah bisa dirangkai,” katanya saat dihubungi, Minggu (09/02).
Ia mengaku jembatan bailey ini sangat diperlukan sebagai akses penyeberangan bagi warga mengingat tingginya aktivitas di lingkungan mereka. Terlebih lagi ongkos yang harus dikeluarkan untuk menyeberang relatif mahal.
“Dengan adanya jembatan bailey ini tentu sangat bermanfaat apalagi untuk mengangkut hasil perkebunan mereka,” ujarnya.
Untuk kendala dialami sejauh ini, hanya kondisi cuaca. Dimana, saat hujan maka pihaknya harus menghentikan sementara karena kondisi penyemenan dan lain sebagainya tidak sempurna.
Pembangunan jembatan Mulak yang baru, nantinya akan lebih panjang ketimbang jembatan yang lama. Dengan ukuran sekitar 70-80 meter. Beda dengan yang lama yang hanya sekitar 30 meter.
“Harapannya jembatan yang baru ini bisa tahan dari serangan arus deras yang sewaktu-waktu bisa mengancam,” tutupnya.
Untuk diketahui, Jembatan Mulak Ulu yaitu jembatan yang menghubungkan jalan lintas Kabupaten Lahat dengan jalan lintas Muara Enim ini putus terserang derasnya arus, Minggu sore (29/12/2019). Akibat putusnya jembatan ini sejumlah desa terisolir dan tidak bisa ke Lahat, seperti Desa Lesung Batu, Desa Airpuar, Pajar Bulan, Mengkenang dan Lawang Agung. (lim)
















