SEKAYU, fornews.co – Kerja keras Pemerintah dan masyarakat di Kecamatan Sungai Lilin dalam penanganan Covid-19 menuai apresiasi Pemkab Musi Banyuasin. Pekan lalu Kecamatan Sungai Lilin masih masuk zona merah Covid-19 dan saat ini sudah masuk zona kuning.
Sekda Muba, Apriyadi mengatakan, kasus Covid-19 di Kecamatan Sungai Lilin beberapa waktu lalu cukup mengkhawatirkan. Namun berkat kerja keras aparat pemerintahan Kecamatan dan juga masyarakat, Kecamatan Sungai Lilin dapat menurunkan status zona Covid-19 dari merah ke oranye dan saat ini zona kuning.
“Kami beserta jajaran mengucapkan terima kasih atas kerja keras dengan stakeholder yang ada. Alhamdulillah Sungai Lilin hari ini sudah zona kuning,” ujar Apriyadi saat memimpin Rapat Supervisi Pelaksanaan Penanganan Covid-19 di Kecamatan Sungai Lilin, di Aula Kantor Camat Sungai Lilin, Selasa (18/5/2021).
Apriyadi mengingatkan kepada kepala desa dan lurah untuk satu komando dalam penanganan Covid-19. Menurut Apriyadi, kepala desa diperbolehkan menggunakan 8 persen Dana Desa dalam penanganan Covid-19 dan membantu masyarakat yang terdampak.
“Kalau ada yang terkonfirmasi (positif Covid-19) cepat lapor Dinas Kesehatan dan bantu. Jangan sampai akibat ada pembiaran bisa membuat panik masyarakat. Kita jaga wilayah kita masing-masing, ingatkan masyarakat supaya mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.
Camat Sungai Lilin, Agus Kurniawan Saputra mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari bantuan dan kerja sama Forkopimcam Sungai Lilin dan Kepala Puskesmas serta RSUD Sungai Lilin.
“Kami hampir tidak tidur 24 jam mengawal penanganan kasus ini. Berkat petunjuk dan arahan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Muba, alhamdulillah Sungai Lilin sudah zona kuning. Sekarang di desa-desa juga telah didirikan posko penanganan Covid-19,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah menyampaikan perkembangan situasi Covid-19 di Kabupaten Muba yang sudah berlangsung sejak Maret 2020 hingga saat ini. Menurutnya, kondisi Covid-19 di Muba sudah dilakukan pemeriksaan sampel mencapai 909.760 dengan 1.387 di antaranya terkonfirmasi positif.
“Semua sampel yang terkonfirmasi positif itu berdasarkan hasil laboratorium, yang diambil dari swab di tenggorokan,” terang Azmi.
Lebih lanjut Azmi mengatakan, RSUD Sekayu telah memiliki laboratorium sehingga dapat mempercepat mendapatkan hasil tes swab yang dilakukan. Selain itu RSUD Sekayu juga telah menambah 30 persen fasilitas tempat tidur untuk antisipasi lonjakan kasus.
Azmi menambahkan, merujuk peraturan terbaru dari Pemerintah pusat, setiap desa diperbolehkan membuat kebijakan sendiri terkait penanganan Covid-19 sesuai zona yang disampaikan oleh Dinkes Kabupaten.
“Jadi kita berharap bahwa dari desa bisa fleksibel menggunakan Dana Desa untuk membantu warga yang membutuhkan isolasi mandiri,” pungkasnya. (ije)

















