KAYUAGUNG, fornews.co – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H Iskandar menilai pemberian pemahaman wawasan tentang korupsi dan gratifikasi kepada pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (OKI) sangatlah penting. Hal ini untuk mewujudkan pemerintahan yang berwibawa.
“Ini memang sangat perlu, agar niatan kita mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa dapat terwujud,” kata Iskandar pada acara sosialisasi pengendalian gratifikasi bagi jajaran ASN dilingkungan Pemkab OKI, di Aula Bappeda OKI, Selasa (10/12).
Menurutnya, menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sosialisasi ini membuktikan bahwa Pemkab OKI bersungguh-sungguh melawan korupsi dan gratifikasi. “Semangat kita untuk menciptakan good and clean government kita awali dengan pemberian pemahaman dari KPK tentang mana yang bukan gratifikasi dan mana yang masuk (dalam) gratifikasi,” ujarnya.
Iskandar mengharapkan, usai mendapatkan penjelasan terkait gratifikasi ini, para ASN dapat menjaga komitmen menghindari gratifikasi dan terus melaksanakan pembangunan.
“Mari kita bangun juga sinergitas antara pemerintah, Forkopimda yang ada kejaksaan dan kepolisian. Disamping KPK juga intens melakukan pencegahan, marilah kita sama-sama bangun sinergitas itu,” tegasnya.
Dirinya menjelaskan, kunci dalam pencegahan korupsi dan gratifikasi ini salah satunya adalah dengan transparan dalam penggunaan anggaran.
Sementara itu, Deputi Pencegahan KPK Anjas Prasetyo menerangkan, pemberian atau gratifikasi yang dianggap suap adalah apabila pemberian itu karena berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.
“Praktik pemberian adalah wajar dan netral, yang ada dalam aturan agama, budaya, pergaulan dan etika karena hubungan baik, yang sama sekali tidak terkait dengan jabatan. Untuk itu kita selaku aparatur dan pejabat negara, harus berintegritas, dengan berani menolak gratifikasi, namun demikian terkadang gratifikasi tidak berhadapan langsung dengan pemberi maka langkah yang tepat adalah melaporkan,” katanya.
Menurutnya, selain menolak, satu hal lain yang dapat menangani masalah ini adalah tauladan yang ditunjukkan oleh pimpinan. “Anak buah berintegritas akan kalah dengan lingkungan yang kurang baik. Maka dengan pimpinan berintegritas akan tercipta organisasi yang berintegritas yang otomastis anti gratifikasi maupun korupsi,” tandasnya. (rif)

















