PALEMBANG, fornews.co – Pemprov Sumatra Selatan berkomitmen untuk merespons cepat kasus bencana yang terjadi di seluruh wilayah Sumsel. Penanganan korban dan wilayah terdampak bencana menjadi prioritas.
“Berbagai upaya terus dilakukan sebagai sikap cepat tanggap dalam merespons kasus bencana. Bahkan, saya akan turun mengunjungi warga terdampak bencana alam untuk memberikan semangat dan memberikan bantuan Sembako hingga revitalisasi infrastruktur terdampak bencana,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2021 bersama Presiden RI Joko Widodo secara virtual, Rabu (3/3/2021).
Deru menegaskan, keberhasilan Sumsel dalam mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2020 sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menanggulangi berbagai bencana yang terjadi di Sumsel.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam pengarahannya menyampaikan, bencana tidak bisa lepas dari sisi kesehatan dan ekonomi. Aspek kesehatan dan ekonomi ini harus diselesaikan secara bersama, baik di tingkat daerah, nasional hingga global.
“Penanganan bencana harus dilakukan dengan cepat, inovatif dan kolaboratif. Apalagi, Indonesia tercatat sebagai negara rawan bencana, dan masuk sebagai 35 negara rawan risiko bencana di dunia,” kata Presiden.
Kepala Negara meminta Pemerintah daerah untuk sensitif terhadap dampak rawan bencana. Jangan sampai terjadinya kegaduhan, atau saling menyalahkan setelah terjadinya bencana.
“Tata ruang juga harus harus memperhatikan aspek bencana. Pembangunan infrastruktur tahan bencana harus diperhatikan dengan baik, agar bisa terealisasi dan memberikan dampak yang baik kepada masyarakat,” ucap Presiden.
Presiden menekankan ada beberapa aspek yang harus diperhatikan bersama dalam penanggulanan bencana di Indonesia. Pertama, jangan sibuk membuat aturan tapi lebih ditekankan pada pelaksanaan di lapangan. Kedua, penanganan bencana harus dilakukan secara terintegrasi dan mengetahui apa yang harus dilakukan terlebih dahulu, serta tidak boleh ada ego sektoral dan ego daerah.
“Ketiga, manajemen tanggap darurat. Harus cepat melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Sistem peringatan dini harus berfungsi dengan baik. Harus bisa bekerja dengan cepat dan akurat. Kecepatan adalah kunci dalam menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban,” terangnya.
Aspek terakhir yang harus diperhatikan adalah koordinasi harus terus dilakukan, bahkan jika perlu melibatkan level keluarga. Tujuannya agar warga lebih siap jika terjadi bencana. (ije)
















