KAYUAGUNG, fornews.co – Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI) akan segera memiliki markas komando (Mako) baru. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama di lokasi Mapolres OKI yang baru di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Jua-jua, Kecamatan Kayuagung, Kamis (19/09).
Dengan gelontoran dana hampir Rp18 miliar, Mako Polres OKI ini ditargetkan sudah bisa digunakan tiga bulan ke depan. “Mudah-mudahan keberadaan gedung baru ini bisa menambah optimal kinerja dari Polres OKI,” kata Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra.
Dijelaskan Donni, awal mula akan dilakukan pembangunan Mapolres baru ini adalah kehendak dari Gubernur Sumsel, Herman Deru yang menginginkan agar adanya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dilanjutkan dengan gelontoran dana sebesar 12,8 miliar untuk pembangunan Mapolres ini dari Pemprov Sumsel.
Selanjutnya, rencana ini disambut baik oleh Bupati OKI dan dicarikan lokasi di tanah seluas hampir 3 hektar ini. “Ditambah lagi (dana) oleh Bupati sebesar Rp5 miliar untuk membangun gedung sel, Satsabhara dan SPKT,” ungkapnya.
“Kita targetkan ini tiga bulan sudah bisa digunakan karena gedung dua tingkat berbentuk ‘U’ ini akan dikerjakan maksimal dengan tiga sift, jadi malam juga kerja. Mudah-mudahan ini bisa diresmikan pak Kapolda (Irjen Pol Firli) sebelum bergeser tugas,” tambahnya.
Keinginan untuk turut diresmikan oleh Kapolda Sumsel saat ini senada dengan keinginan Bupati OKI, H Iskandar SE. “Mudah-mudahan harapan ini menjadi nyata dan bisa segera memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Iskandar.
Rencana pembangunan gedung dengan adanya fasilitas SPKT ini disambut baik oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli. Menurutnya, adanya fasilitas ini akan memberikan pelayanan yang lebih mudah dan terbaik kepada masyarakat.
“Itu saya sangat senang mendengar ada fasilitas ini,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengungkapkan markas baru untuk Polres OKI ini adalah sebuah reward yang diberikan kepada polres OKI dari pemerintah. Dikatakannya, hal ini berdasarkan pengamatan yang dilakukannya terkait indikator kejahatan di OKI yang menurutnya menurun.
“Sekarang ini perlu ada reward dan punishment. Ini reward karena saya amati di sini dulu tingkat kejahatan agak lumayan (tinggi), tapi belakangan menurun indikator itu saya dapat langsung. Tapi tetap saya ingatkan bahwa ancaman ini terus berubah, kalau dulu kita disibukkan dengan Sajam kini kejahatan melalui siber,” ungkapnya.
Dirinya berharap dengan adanya Mapolres ini betul-betul dapat menekan kejahatan mulai dari pencegahan. Karena menurut Deru keamanan, kenyamanan dan pertahanan ini sangat berkaitan dengan kesejahteraan.
“Untuk itu harus bersinergi bukan hanya penindakan tapi mulai dari pencegahan karena lebih baik kita mencegah,” tandasnya. (rif)

















