KAYUAGUNG, fornews.co – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kabupaten OKI akan dipercepat. Hal ini terungkap saat rapat bantuan sosial (Bansos) beras sejahtera (rastra) di Kantor Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (22/07).
Dijelaskan Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI, Amiruddin bahwa, penyaluran ini akan dilaksanakan pada September 2019 yang awalnya dijadwalkan mulai November 2019.
“Jadi ini sesuai dengan edaran dari Kementerian Sosial per tanggal 15 Juli kemarin, dan ini akan berlaku di seluruh Indonesia, khususnya untuk yang belum menerapkan BPNT,” kata Amiruddin.
Untuk itu, dirinya mengharapkan agar proses ferivali data di Basis Data Terpadu (BDT) bisa dipercepat.
“Untuk itu, kami mengharapkan agar para petugas ferivali termasuk dari kecamatan untuk turut membantu proses ini,” ujarnya.
Menurutnya, ferivali ini sangat dibutuhkan untuk ketepatan sasaran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Hingga saat ini memang proses ferivali ini belum tuntas 100 persen sehingga dirinya betul-betul mengharapkan agar proses ini bisa diselesaikan dan bisa tepat waktu dalam pelaksanaan September nanti.
Terkait penyaluran BPNT ini, Amiruddin menerangkan bahwa, idealnya satu KPM menerima Rp110 ribu. Nominal ini akan dijadikan dalam bentuk kartu dan nanti hanya bisa ditukar di E-warung yang telah disediakan.
“Kartu ini tidak bisa ditukar dengan barang lain kecuali beras dan telur,” ungkapnya.
Minimalisir Penyimpangan dalam Penyaluran Bansos
Sekda OKI Husin mengatakan bahwa, bantuan non tunai ini diharapkan bisa meminimalisir penyimpangan dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Karena menurut Husin, untuk penyaluran BPNT ini ada mekanisme dan teknologi yang tidak sembarang bisa digunakan oleh orang yang bukan penerima.
“Ini sudah disetting sehingga tidak bisa belanja jika tidak membawa kartu. Tujuannya itu membantu pelayanan, sehingga tidak ada lagi warga yang mampu tapi mengaku tidak mampu. Untuk itu dalam proses ferivali harus tepat dan akurat, karena program ini akan berhasil jika tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, mitra pemerintah dalam penyaluran seperti Bulog dan Bank Mandiri mengungkapkan bahwa, mereka telah siap untuk melaksanakan rencana BPNT ini.
Pihak Bank Mandiri sendiri telah menyiapkan 413 unit e-warung yang tersebar di berbagai kecamatan. Sedangkan untuk pelaksanaan pihak bank Mandiri sendiri kini tengah menunggu mesin yang akan ditempatkan di warung-warung yang telah ditunjuk.
Ditambahkan perwakilan Bulog, Hadi Baskoro, pihaknya juga telah siap untuk menjadi sulpayer e-warung ini. Selain itu kerjasama sulpayer BPNT ini sendiri juga dilakukan dengan beberapa daerah.
Hanya saja, yang dikhawatirkan dalam bentuk komoditas telur. “Kalau menggunakan telur itu besar sekali resiko, itu berdasarkan pengalaman cepat busuk. Tapi mengenai kesiapan, sampai dengan titik bagi nanti akan koordinasi dengan bank mandiri,” jelasnya. (rif)

















