
PALEMBANG, fornews.co-Dewi Sriutami, Pjs Area Manajer Comunication and Relation Pertamina Marketing Operation Region II menyatakan, hingga saat ini Premium untuk wilayah Sumbagsel termasuk Palembang tidak dibatasi. Sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, akan disalurkan.
“Karena sekarang Premium masih diproyeksi dan tersedia di beberapa SPBU. Memang ada SPBU Coco milik Pertamina yang mengeluarkan kebijakan tidak menjual BBM bersubsidi jenis Premium, mereka hanya menjual Bahan Bakar Khusus (BBK). Ada juga empat SPBU tidak menjual Premium, karena minat masyarakat untuk membeli Pertalite itu sangat tinggi,” ujarnya, saat audensi dengan DPRD Sumsel dan Aliansi Mahasiswa Sumsel, di ruang Banggar DPRD Sumsel, Rabu (18/01).
Dewi menyampaikan, sejak harga naik dari 1 hingga 15 Januari penyalurannya masih tinggi. Pada saat harga berubah, masih tetap normal seperti biasa sebagaimana kondisi pada akhir tahun lalu. “Demikian juga, yang lebih mengejutkan bagi Pertamina terhadap banyaknya keberatan kenaikan harga, ternyata minat Pertalite makin tinggi, dengan periode yang sama dengan tahun sebelumnya ada kenaikan 132%. Sementara Pertalite juga ada kenaikan tapi tipis,” katanya.
Terkait kenaikan BBM yang disampaikan mahasiswa, Dewi melanjutkan, bahwa BBM yang bersubsidi baik Premium maupun Solar, tidak naik. Karena wilayah Sumbagsel termasuk penugasan, Premium itu masih tetap pada harga Rp6.450/liter, sedangkan Solar Rp5.150/liter. Artinya, kedua BBM bersubsidi tidak naik, kalaupun ada kenaikan itu wewenang dari pemerintah. “Kenaikan yang terjadi kemarin adalah BBK, yang memang produksi kami memberikan varian kepada masyakat umum. Nah BBK ini, selalu berubah secara rutin setiap 15 hari sekali,” tandasnya. (tul)
















