
PALEMBANG, fornews.co-KONI Sumsel bersama Disppora dan Diknas Sumsel melakukan seleksi terhadap 39 calon pelatih Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) Sumsel 2017, untuk cabang olahraga (cabor) atletik; renang; angkat besi; sepak takraw; pencak silat; judo; gulat; bola voli; taekwondo; tenis meja; dan dayung.
“Kita akan lihat semua program yang di buat calon pelatih yang mengikuti tes ini. Nanti akan dilakukan pembagian masing-masing cabor untuk melatih di SONS. Diharapkan kedepan akan ada peningkatan serta perbaikan sistem program latihan di SONS,” jelas Ketua Penguji Syamsuramel, Rabu (18/01).
Menurut Ketua Binpres KONI Sumsel ini, dari sejumlah program yang dipaparkan seriap pelatih, hampir semuanya lebih menekankan pada peningkatan pola gizi atlet. Itu memang tidak terlepas dari setiap program, yang memang harus dilakukan oleh masing-masing pelatih.
“Dalam pembinaan atlet, memang ada tiga hal yang tidak boleh ditawar lagi dalam menjalankan setiap program pembinaan, pertama masalah gizi harus seimbang, kemudian latihan yang harus dilakukan sesuai dengan program, dan terakhir istirahat juga harus cukup bagi setiap atlet. Ketiga hal ini memang tidak boleh ditawar lagi dalam setiap pembuatan program pembinaan atlet,” ujarnya.
Untuk seleksi SONS tahun 2017 ini, jelasnya, memang sudah ada pengembangan, dengan adanya kerjasama antara pihak KONI Sumsel, Diknas dan Diknas. Dalam hal ini untuk pengembangan dari sisi SDM pelatih yang dikembangkan. Nah, untuk kriteria pelatih, yakni tentang pengetahuan pelatih dan seberapa jauh dia membuat program. Kemudian pengalamannya, baik sebagai seorang atlet maupun sebagai pelatih. “Hasil selama dia menjadi atlet, maupun selama melatih apa saja yang sudah dihasilkan. Berikutnya, tentang kepribadian, karena pelatih juga seorang guru yang menjadi taulan bagi atletnya,” jelasnya.
Sementara, calon pelatih Atletik Bustomi, mengatakan, dalam prorgam yang dibuatnya lebih menekankan pada peningkatan gizi atlet. Menurutnya, hal itu sangat penting karena dapat meningkatkan kualitas fisik atlet. “Saya sangat sedih kalau ada atlet yang gizinya belum terpenuhi. Untuk mengikuti program yang dilakukannya, makanya kami berharap peningkatan gizi sangat penting untuk meningkatkan semangat atlet dalam berlatih,” katanya.
Seleksi ini berlangsung selama tiga hari sejak Rabu – Jumat (18-20/1) di ruang Binpres KONI Sumsel. Untuk tenaga penguji selain Syamsuramel, ada Catrine Kalalo dari Binpres KONI Sumsel, Iyakrus dan Zulfaini dari Bidang Penelitian dan pengembangan KONI Sumsel. Sementara tim peninjau atau pendamping dari Dispora yakni Taufik dan Darto. (tul)
















