PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menyatakan, keberadaan wadah kerukunan keluarga Komering Mengulak, memiliki prinsip selaras, penuh rasa kesetiakawanan, gotong royong, dan bersatu untuk saling membantu.
“Kemudian, silaturahmi ini dapat berfungsi sebagai alat perekat pemersatu, dengan terus memberi peran sertanya dalam membangun daerah ini secara bersama-sama,” ujar dia saat berbicara pada acara Silaturahmi Ikatan Keluarga Komering Mengulak (IKKM), di Halaman Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya, Minggu (7/11/2021).
Dihadapan ratusan warga Komering Mengulak, orang nomor satu di Bumi Sriwijaya ini langsung berbicara dengan bahasa Komering, saat menyampaikan sambutan.
Semua warga IKKM yang hadirpun sempat tertawa bersama, ketika Herman Deru menceritakan tentang semua kisah orang suku Komering. Tak lupa dan tak kalah penting, Herman Deru memberikan wejangan dan mengingatkan tentang arti kekerabatan.
“Sengaja saya datang bahwa keakraban itu harus dipupuk, kekerabatan harus memupuk keakraban. Tak ada guna berkerabat tapi kita tak akrab, itulah mengapa saya menghargai inisiasi panitia IKKM untuk mengundang juga iwari-iwari yang lain. Bahwa kita ini bersatu untuk teguh dalam kesejahteraan lahir dan batin,” tegas dia.
Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu mengungkapkan, seni dan budaya, serta adat yang dimiliki setiap daerah di Sumsel, mampu mempersatukan masyarakat yang berbeda suku, serta mampu memberi kesamaan, pemahaman dan mengajak masyarakat Sumsel untuk maju bersama.
“Kita harus menyatukan kebersamaan dan cara pandang, tanpa meninggalkan identitas budaya kita atau kearifan lokal. Mari jaga dan pertahankan keakaraban dalam kekerabatan ini,” tandas dia.
Gubernur Sumsel juga memberikan bantuan 3,5 ton beras untuk warga IKKM OKU Timur yang terkena dampak pandemi COVID-19.(aha)
















