SEMARANG, fornews.co – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang berafiliasi dengan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) melakukan uji coba pemanfaatan penggunaan gas bumi sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan untuk sektor transportasi.
Kali ini, uji coba yang dilakukan PGN dan Gagas tersebut untuk sektor transportasi dengan mengkonversi kapal nelayan untuk dapat menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) berbasis Compresed Natural Gas (CNG) dengan nama produk Gasku.
Uji coba dilakukan dengan melibatkan 100 orang nelayan di daerah Tambak Lorok dan Tambak Rejo, Semarang, Jawa Tengah tersebut, berbarengan dengan Hari Ulang Tahun ke-66 Holding Migas PT Pertamina (Persero).
Gagas melakukan sosialisasi sekaligus uji coba penggunaan bahan bakar gas pada mesin kapal nelayan bersama Dinas Perikanan Semarang dan Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang dilakukan di Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang, pada 8-9 Desember 2023 lalu.
Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Ir Sih Rianung, ST MT menyampaikan, alternatif penggunaan bahan bakar yang dapat digunakan oleh nelayan ini sangat baik.
Melalui program dan uji coba pengaplikasian konverter BBG pada kapal nelayan ini, sambung dia, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi penghasilan yang akan didapatkan oleh nelayan.
“Dibandingkan dengan mesin eksisting, mesin yang sudah dikonversi menggunakan BBG ini memiliki kualitas yang lebih baik,” ujar dia, saat didampingi Kepala Balai Besar Penangkapan Ikan Kota Semarang, Bagus Oktori Sutrisno.
Sementara terpisah, Direktur Utama Gagas, Muhammad Hardiansyah mengatakan, uji coba ini salah satu langkah Gagas untuk membantu masyarakat mendapatkan berbagai alternatif energi pilihan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Terlebih masyarakat kesehariannya memiliki ketergantungan cukup besar terhadap BBM seperti nelayan.
“Kami berusaha melakukan berbagai inisiatif pemanfaatan gas yang lebih besar di berbagai sektor khususnya sektor transportasi. Selain membantu pemerintah mengurangi beban subsidi energi untuk transportasi, penggunaan BBG yang relatif lebih efisien diharapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan,” kata dia, Kamis (14/12/23).
Hardiansyah menjelaskan, bila pada transportasi darat seperti mobil, bis atau truk melakukan pengisian ulang secara langsung dengan mendatangi stasiun pengisian bahan bakar (SPBG) terdekat, maka sistem pengisian bahan bakar gas untuk kapal nelayan akan menggunakan sistem tukar tabung seperti pada Gaslink Cylinder.
“Untuk setiap kapal nelayan yang sudah dikonversi akan dibekali dengan 1 unit tabung baja dengan standar keselamatan tinggi dan berkapasitas sekitar 17 (Liter Water Capacity) LWC atau setara dengan 4.2 Liter Setara Premium (LSP),” jelas dia.
Hardiansyah menerangkan, untuk satu unit tabung diperhitungkan bisa mendukung daya jelajah sekitar hingga 50 km atau setara dengan 1 hari berlayar.
“Pada proses uji coba ini, Gagas akan mengirimkan sekitar 100 tabung yang telah terisi ke lokasi terdekat yang dapat diakses oleh nelayan untuk melakukan penukaran tabung kosong,” terang dia.
“Uji coba ini akan dilaksanakan selama 1 bulan untuk melihat bagaimana efisiensi dan efektivitas penggunaan BBG pada mesin kapal nelayan,” imbuh dia.
Selain uji coba konversi pada mesin kapal nelayan, pada awal tahun 2023 Subholding Gas juga telah melakukan uji coba penggunaan BBG pada truk pengangkut logistik dengan menggunakan Liquefied Natural Gas (“LNG”) dan menunjukkan hasil yang cukup memuaskan.
Pada uji coba tersebut, truk LNG yang memiliki kapasitas tangki bahan bakar sebanyak 1.000 liter LNG berhasil menempuh rute Jakarta – Surabaya dengan total jarak tempuh sekitar 840 km dan hanya menghabiskan sekitar 542 liter LNG. (kaf)
















