
PENDOPO, fornews.co-Kebocoran pipa minyak kembali terjadi di Kabupaten PALI. Kali ini, di line pipa transfer minyak dan gas (Migas) yang diduga milik PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field yang berada di Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Kebocoran pipa minyak ini diduga disabotase oleh Orang Tak Dikenal (OTD).
Kepala Desa (Kades) Talang Akar, Heru Martin mengatakan, warga mengetahui pipa bocor tersebut pada Kamis (02/03) lalu saat warga sedang di kebun.
“Informasinya, pipa bocor yang diduga akibat sabotase Orang Tidak Dikenal (OTD) terjadi pada Rabu malam (01/03). Tapi, warga baru mengetahui Kamis paginya,” ucap Heru (08/03).
Diungkapkannya, semburan minyak mentah tersebut sudah tersebar ke kebun warga bahkan, ada sekitar 20 batang karet terkena semburan langsung.
“Sekarang inj ceceran minyak sudah mengalir ke aliran sungai yang bermuara ke Sungai Dua. Padahal aliran Sungai Dua tersebut sering dijadikan warga untuk mandi dan mencuci,” ungkapnya
Sampai saat ini, kata Heru belum ada koordinasi dari perusahaan terkait pipa bocor dan semburan minyak yang telah mencemarkan lingkungan.
“Kita hanya ingin perusahaan bertanggung jawab soal pembersihan lingkungan yang tercemar serta memulihkan kembali kebun atau sungai yang sudah terkena limbah minyak mentah tersebut,” terangnya.
Terpisah, Asisten Manager Legal and Relationship PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo, Fery Prasetyo Wibowo mengatakan, pihaknya baru mengetahui adanya pipa yang bocor akibat disabotase pada 5 Maret lalu.
“Kita baru dapat kabar kalau ada pipa bocor disabotase OTD pada tanggal 5 Maret. Tapi, informasi dari lapangan saat ini sudah dilakukan pengkleman pipa serta dilakukan pembersihan terhadap tumpahan minyak mentah tersebut,” bebernya.
Untuk koordinasi dengan kades setempat, Fery mendapat laporan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi.
“Laporan yang saya terima, sudah ada koordinasi dengan kades. Tapi, saya belum tahu kades yang mana. Karena saat itu saya tidak di lapangan. Nanti saya koordinasikan lagi. Kalau koordinasi dengan pemilik lahan sudah kami lakukan,” terangnya.
Akibat bocornya pipa minyak tersebut membuat lingkungan warga seperti kebun dan aliran Sungai Dua di Desa Talang Akar jadi tercemar. Bahkan, bau menyengat dari minyak mentah atau crude oil sudah tercium dari jarak sekitar 30 meter.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pipa yang bocor sepanjang enam meter tersebut sudah dilakukan pengkleman atau pengecoran. Terlihat juga, sejumlah warga setempat sedang membersihkan tumpahan minyak yang dimasukkan ke dalam kantong-kantong plastik lalu diangkut dengan menggunakan mobil truk.
Namun sayangnya, petugas yang diperintahkan membersihkan ceceran minyak tersebut tidak dilengkapi peralatan safety dan hanya dibekali puluhan bungkus plastik yang digunakan untuk mengangkut tumpahan minyak.
Salah seorang warga Desa Setia Jaya, Novan (24) yang bekerja membersihkan minyak mentah mengaku, untuk membersihkan ceceran minyak mentah yang mengalir di aliran Sungai Dua, dirinya hanya mendapat upah sebesar Rp70 ribu perhari.
“Untuk makan dan rokok dari duit upah itulah. Kami yang bekerja ada orang 10 dan ada juga yang dari Talang Akar. Untuk baju safety, tidak dikasih oleh yang menyuruh kami. Ini saja baju kami yang jadi lap,” ungkapnya. (son)
















