PALEMBANG, fornews.co – Salah satu gardu Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) melalui Compressed Natural Gas (CNG) Jakabaring Palembang meledak, Jumat (16/4). Sebuah video amatir milik warga yang menangkap situasi dari peristiwa itu beredar di media sosial. Warga berteriak panik mendengar suara ledakan besar yang disusul kobaran api.
Pihak PLN membenarkan insiden tersebut. Dilaporkan, kebakaran terjadi pada pukul 05.30 WIB dan belum diketahui penyebabnya. Api dapat dipadamkan segera berkat kerjasama petugas PLTG Jakabaring dan Tim Pemadam Kebakaran dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian.
General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatra Bagian Selatan Djoko Mulyono mengatakan, PLTG Jakabaring dalam status tidak lagi beroperasi sejak 1 September 2020. Hal tersebut karena suplai kelistrikan di Sumatera bagian Selatan dinilai cukup dan suplai bahan bakar gas ke site PLTG Jakabaring dihentikan.
Sebelumnya digunakan pihaknya sebagai pembangkit cadangan saat event Asian Games pada 2018 yang berlangsung di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. “Kontrak gas kami berakhir pada 31 Agustus 2020, sehingga PLTG itu standby sejak 1 September 2020,” katanya saat jumpa pers terkait kebakaran trafo PLTG CNG, dikutip dari bisnisindonesia.com, Jumat (16/4).
Oleh karena itu, kata dia, perusahaan telah berencana untuk merelokasi PLTG Jakabaring dan tidak memperpanjang operasional PLTG Jakabaring. Djoko memastikan, meskipun tidak beroperasi, pihaknya tetap melakukan pemeliharaan (maintenance) terhadap unit-unit pembangkit.
Akibat peristiwa kebakaran ini, PLN menjamin tidak ada pemadaman listrik. PLN juga memastikan bahwa penyediaan kelistrikan di Sumsel tetap aman. PLN berkomitmen menyediakan kelistrikan di Kota Palembang dan wilayah Sumatera bagian Selatan yang andal serta aman. (yas)
















