RIYADH, fornews.co – Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim mengatakan, Arab Saudi dan Turki, adalah dua negara penting untuk mencapai kedamaian dan stabilitas di kawasan sekitar.
“Kerjasama antara kedua negara ini dalam segala bidang sangat penting bukan hanya untuk Turki dan Arab Saudi, namun juga untuk kedamaian wilayah ini dan dunia,” ujar Yildirim kepada media di Riyadh, Rabu (27/12) waktu setempat yang dilansir Anadolu Agency, Kamis (28/12).
Pernyataan Yildirim, datang menyusul perbincangannya dengan Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman Al Saud. Berdasarkan sumber dari Kantor Perdana Menteri Turki, menerangkan, Yildirim dan Salman merundingkan pentingnya status Yerusalem, dalam pertemuan tertutup itu.
Mereka berdua juga setuju negara-negara Muslim harus memiliki sikap yang sama dalam melindungi hak-hak penduduk Palestina.
Pada 6 Desember lalu Trump mengumumkan keputusannya — meski menerima tentangan dari seluruh dunia — untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Pekan lalu, Majelis Umum PBB dengan suara mayoritas menolak langkah Trump itu.
Dalam perundingannya dengan pejabat-pejabat Saudi, Yildirim mengatakan, mereka juga membicarakan peningkatan perdagangan antar negara dan proyek-proyek bidang pertahanan. Kunjungannya ke Saudi “singkat tapi cukup bermanfaat” kata Yildirim.
Kedua negara itu berfokus mendiskusikan isu-isu kawasan, termasuk Palestina, Israel, Irak, Suriah, Yaman dan Libya. Yildirim kemudian mengundang Putra Mahkota untuk segera mengunjungi Turki. (AA)

















