PALEMBANG, fornews.co – Pemkot Palembang terus mengupayakan berbagai program untuk mencukupi ketersediaan stok darah yang ada di Palang Merah Indonesia (PMI). Salah satu program prioritas tersebut pembuatan produk darah.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda usai menghadiri pertemuan Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Regional I (Sumatra, DKI Jakarta dan Banten) di Hotel Bescon Palembang, Jumat (02/08).
“Tahun ini kita kejar dan bisa prioritaskan program pembuatan produk darah, kita masih menunggu Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Kalau ini sudah terealisasi, PMI kota Palembang paling tidak akan menjadi pusat penyediaan darah khususnya di Sumsel,” ujarnya.
Finda yang juga menjabat sebagai Ketua PMI kota Palembang menjelaskan, saat ini jumlah kantong darah yang ada di Kota Palembang sebanyak 5.000 kantong. Akan tetapi seiring bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan stok darah ikut meningkat.
Untuk menyesuaikan hal tersebut pihaknya terus melibatkan berbagai pihak terkait seperti pihak rumah sakit, pemerintahan dan seluruh elemen masyarakat untuk mendonorkan darahnya ke tempat-tempat yang sudah disediakan, terutama dalam berbagai event kegiatan donor darah yang rutin dilakukan.
“Ketersediaan stok darah minimal mencakup 2,5% dari seluruh penduduk yang ada di Kota Palembang. Kita terus melibatkan seluruh elemen masyarakat dan alhamdulillah semuanya sampai saat ini berjalan dengan baik,” katanya.
Pada kesempatan itu, Ketua UDD PMI Regional I Sumatra, DKI Jakarta, dan Banten, dr Linda Waseso menerangkan, perkembangan PMI di Sumsel, khususnya PMI Kota Palembang yang paling maju. Dan juga PMI Palembang segera akan mensuplai plasma darah dalam hal ini tinggal menunggu CPOB.
“Sekarang ini sedang visitasi dari BPOM, karena PMI akan menerima sertifikasi pembuatan obat,” tuturnya.
Dikatakannya, kehadiran PMI sebetulnya hanya untuk memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit. Sedangkan untuk Kota Palembang kebutuhan darahnya terbilang cukup baik.
“Palembang kan zonasinya cukup besar dan berada di tengah kota, apalagi rumah sakit di Palembang banyak, makanya kebutuhan darahnya banyak dibanding daerah lain. Jadi kita berharap PMI kota Palembang terus siap menyediakan pasokan darah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Sumatra Selatan Febrita Lustia mengakui bahwa Kota Palembang memang maju pesat dalam mengelola persediaan stok darah di Sumsel. Dia berharap PMI Kota Palembang dapat mengaktifkan program ini bersama kabupaten/kota lain di Sumsel. (irs)
















