PALEMBANG, fornews.co – Persoalan kesejahteraan rakyat menjadi fokus kerja Prabowo Subianto – Sandiaga Uno jika terpilih memimpin Indonesia pada Pilpres 2019.
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno yang kembali berkesempatan hadir di Palembang untuk berkampanye menyapa emak-emak dan milenial Palembang di The Sultan Convention Center, Jumat (12/04). Memasuki H-5 pemungutan suara, Sandi kembali melihat antusiasme masyarakat untuk perubahan Indonesia yang adil makmur bersama Prabowo – Sandi. Beberapa program yang ditawarkan seperti Oke Oce dan Rumah Siap Kerja bahkan sudah di-launching di Palembang.
“Lapangan kerja akan lebih tersedia kedepan dengan revitalisasi industri, hilirisasi industri karet dan kelapa sawit. Kita pastikan lapangan kerja akan terbuka,” ujar Sandi.
Bahkan Sandi memberikan sedikit bocoran mengenai program kesejahteraan sosial yang akan disampaikan di debat Pilpres terakhir besok malam. “Kami akan sampaikan rencana untuk memangkas pengeluaran rumah tangga hingga 20% melalui pemangkasan biaya listrik dan pangan, sehingga setiap keluarga bisa menghemat sampai Rp50 ribu per hari. Kalau dikalkulasi (penghematan) Rp50 ribu per hari itu bisa Rp18 juta per tahun dan keluarga itu bisa menggunakannya untuk biaya pendidikan, biaya kesehatan, dan tentunya mengurangi utang yang menumpuk di keluarga di Indonesia,” paparnya.
“Lalu kami yakini bersama Prabowo – Sandi pertumbuhan ekonomi akan lebih baik 6 sampai 6,5% selama dua tahun kedepan. Hal itu dicapai melalui dua lokomotif utama yaitu sektor pertanian dan sektor yang selama ini kita ingin dorong yaitu energi. Kita harapkan 15 juta lapangan kerja terbuka dan dua sektor berikutnya yaitu perumahan dan industri. Industri harus dibangun untuk membuka lapangan kerja hingga 15 juta yang akan kami hadirkan 5 tahun kedepan,” imbuhnya.
Untuk meningkatkan harga komoditas unggulan Sumsel yaitu karet, kata Sandi, maka harus dibangun industrinya. “Kedepan kita jangan mengekspor barang mentah atau setengah jadi. Tapi harus sampai hilir untuk produk yang jadi. Kita harus melihat ini sebagai peluang ekspor bahwa industri karet ini sangat potensial kalau kita kembangkan, karena automotif menggunakan karet, banyak sekali konstruksi menggunakan karet, jadi hilirisasi yang akan kami lakukan,” tukasnya. (ije)

















