GARUT, fornews.co-Sebagai orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus menjaga penampilan kepala agar selalu terlihat baik. sudah tentu, sang presiden pasti memiliki tukang cukur rambut langganan yang sesuai dengan seleranya.
Nah, pada acara cukur massal yang digelar Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG), di lokasi wisata Situ Begendit, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (19/01) pagi itu, Presiden Jokowi dan rombongan pun turut mengikuti cukur massal tersebut.
Lantas, apakah Jokowi harus memotong rambutnya dengan tukang cukur yang sudah disiapkan panitia?. Ternyata tidak bisa begitu, karena Jokowi harus dicukur oleh tukang cukur langganannya, yakni Herman.
Kebetulan, Herman yang sudah ‘memegang’ kepala Jokowi sejak tiga tahun lalu itu, ternyata berasal dari Garut. Dari pengakuan Herman, bahwa dirinya memulai karir sebagai tukang cukur rambut sejak tahun 2000 silam, setelah belajar dari seorang tukang cukur rambut. Suatu hari, putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, mampir ke barberhsop milik Herman dan memotong rambut. Merasa cocok dan Kaesang sering datang ke barbershop mereka, akhirnya Kaesang mereferensikan ke ayahnya.
Sementara, Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang ikut hadir dalam kesempatan tersebut sempat memberikan arahan kepada Herman sebelum mencukur rambut Presiden.
Usai dicukur rambutnya, Presiden Jokowi mendekat dan bertanya kepada wartawan mengenai model rambutnya. “Tanya yang cukur modelnya apa,” kata Presiden saat ditanya model rambutnya, seperti dikutip dari setkab.go.id.
Presiden menilai, tukar cukur merupakan profesi yang potensial dalam industri fesyen, dan Garut memiliki talenta-talenta yang dapat dikembangkan. “Tukang cukur kan sebuah keahlian, saya melihat memang Garut memiliki sebuah genetis turun-temurun. Ini sebuah keahlian khusus dalam industri fesyen,” jelasnya. (tul)

















