KAYUAGUNG, fornews.co – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) membuat sejumlah kebijakan yang sebelumnya sangat membantu menjadi berubah. Salah satu kebijakan ataupun program tersebut adalah Program Magang ke Jepang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI).
Sejak beberapa tahun lalu, program ini menjadi salah satu program unggulan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten OKI sebelum akhirnya Pandemi COVID-19 menghampiri. Atas hal ini, Dinas tersebut untuk sementara menutup program magang ke Jepang ini.
Kepala Disnakertrans Kabupaten OKI, Imlan Khairun mengatakan, penutupan program ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja. “Harapan kita semua tentunya wabah ini segera berakhir, di manapun. Dengan begitu semuanya bisa kembali berjalan normal,” ujarnya.
Untuk saat ini, warga yang beralamat di Kabupaten OKI yang tengah mengikuti program magang ke Jepang ada 24 orang. Selama tiga tahun mengikuti program ini, mereka mendapatkan gaji disamping pelatihan dan pengalaman.
“Jadi memang modelnya semi bekerja, mereka belajar, mereka mendapatkan pengalaman, pulang bisa bawa uang. Kalau yang sudah ikut program itu, mereka pulang bisa bawa uang ratusan juta selama tiga tahun, uang inilah yang kalau mereka pandai melihat peluang bisa dijadikan modal usaha,” ujarnya.
Dikatakannya, inilah yang menjadi tujuan dari program tersebut. “Di sana (Jepang) mereka magang di perusahaan otomotif dan di bidang las. Pulang dari sana bawa uang, bawa pengalaman mereka bisa buka usaha sendiri, lalu menyerap tenaga kerja itu yang diinginkan pemerintah dari program ini,” pungkasnya. (rif)

















