PALEMBANG, Fornews.co – Lonjakan kasus COVID-19 terjadi di Sumsel. Sebelumnya, kasus di Sumsel yang hanya sekitar 12 ribu. Kini, sejak dua pekan terakhir melonjak 2 ribu kasus menjadi 14.230 kasus.
Epidemiolog Unsri, Iche Andriyani Liberty mengakui hal tersebut. Menurutnya, lonjakan kasus ini terjadi sejak datangnya vaksin sehingga banyak yang terlena dan membuat penerapan protokol pun melemah.
“Ini yang harus ditegakkan kembali karena proses vaksinasi ini membutuhkan waktu yang panjang sebelum menyasar masyarakat umum,” katanya, Senin (1/2).
Dia menjelaskan, pada awal Januari, kasus COVID-19 di Sumsel sempat mengalami penurunan. Namun, pada minggu ketiga dan keempat Januari terjadi penambahan. Menurutnya, penambahan ini terjadi karena mobilitas perpindahan yang tinggi terutama di Kota Palembang. Ini tentunya harus menjadi perhatian dan perlu mempertimbangkan memperketat keluar masuknya wilayah.
Menurut Iche, banyak penularan sepanjang melakukan perjalanan. Karena itu, diperlukan izin perjalanan melalui rapid tes antigen dan diiringi oleh disiplin protokol kesehatan.
Meskipun begitu, di Sumsel sendiri terjadi penurunan kasus aktif. Hal ini dikarenakan kasus sembuh yang terus mengalami peningkatan. Tercatat hingga saat ini kasus aktif di Sumsel mencapai 1.892 kasus.
“Angka ini dibawah persentase nasional. Begitu juga angka kematian yang sudah dibawa nasional,” tutupnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data total kasus positif COVID-19 di Sumsel mencapai 14.310 kasus. Sedangkan, kasus sembuh mencapai 11.713 kasus. Kasus meninggal dunia mencapai 704 kasus. (lim)

















