PALEMBANG, fornews.co – Pertamina RU III Plaju dipercaya pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar nabati berbasis Crude Palm Oil (CPO) atau kelapa sawit yang merupakan bahan bakar lebih ramah lingkungan melalui Project Green Refinery.
Pengembangan ini mendukung bauran energi nasional dan target kemandirian energi nasional dengan memperluas penggunaan energi terbarukan yang berkelanjutan. Selain itu, dikarenakan kondisi ketersediaan bahan baku minyak mentah fosil yang semakin turun, terutama di Sumatera Bagian Selatan, sehingga mendorong Pertamina RU III Plaju untuk mencari alternatif sumber bahan baku energi baru dari CPO yang cukup melimpah.
“Arah pengembangan saat ini adalah Green Refinery yang salah satunya memanfaatkan CPO menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan. Proyek ini dinyatakan masuk dalam Proyek Strategis Nasional dan merupakan Project Stand-alone pertama yang akan dibangun di Indonesia,” ujar General Manager RU III Plaju Moh. Hasan Efendi dalam keterangan tertulis, Senin (15/3/21).
Adapun rencana pengembangannya, jelas Hasan, ditargetkan beroperasi pada tahun 2024 dengan kapasitas 20 MBSD (Thousand barel per steam day) dan akan menghasilkan produk-produk ramah lingkungan, diantaranya Green Diesel, Green Avtur, Green Naphtha, dan Green Liquid Petroleum Gas (LPG).
Ia memastikan, progres perkembangannya hingga saat ini sedang dalam tahapan studi Front End Engineering Design (FEED) dan studi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Selain itu, telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Pertamina RU III Plaju juga telah berhasil mengolah bahan bakar minyak (BBM) berjenis Premium dengan campuran minyak kelapa sawit berjenis refined, bleached, and deodorized palm oil (RBDPO) yaitu CPO yang telah diproses lebih lanjut sehingga dapat menghilangkan getah, impurities, dan baunya.
“Kita sudah bisa mengolah minyak kelapa sawit menjadi Premium. Komposisinya tidak full, jadi 15 persen dari minyak kelapa sawit RBDPO yang turunan dari CPO dan 85 persen minyak mentah, tapi keluarnya jadi satu Premium,” terang dia. (yas)

















