PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC pulang ke Palembang dengan tangan hampa dari lawatan ke Stadion Teladan Medan. Menghadapi PSMS Medan, Jumat (18/05) malam, SFC keluar lapangan dengan kekalahan 0-1.
Gol tunggal di pertandingan tersebut dicetak gelandang PSMS Dilshod Sharofetdinov di menit 84 melalui sebuah sepakan keras terarah dari luar kotak penalti. Memanfaatkan umpan dari sisi kiri pertahanan SFC, Dilshod yang berdiri tanpa kawalan melepaskan sepakan melambung ke pojok kanan gawang SFC yang tak mampu dijangkau Teja Paku Alam.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengatakan, secara umum pertandingan tadi sesuai dengan rencana. SFC mampu mengimbangi permainan PSMS, bahkan Esteban Vizcarra dkk mampu memberi kejutan dengan beberapa peluang melalui kombinasi satu dua dengan wing play maupun serangan balik.
“Medan juga sama pola mainnya dengan kita. Tapi Medan malam ini lebih efektif dengan satu gol melalui Dilshod, di mana ada keterlambatan dalam covering dan itu bisa terjadi dalam permainan dan kita terhukum dengan cara itu. Tapi secara umum saya cukup puas dengan penampilan pemain yang terus menunjukkan semangat dan agresifitas yang tinggi di pertandingan tadi,” ujar RD pada post match conference di Stadion Teladan Medan, Jumat (18/05) malam.
Secara sportif pun RD mengucapkan selamat kepada PSMS atas kemenangan malam ini. Selanjutnya RD bersyukur tidak ada pemain yang cedera pada pertandingan malam ini karena masa recovery ke pertandingan pekan 10 hanya tiga hari.
“Setelah ini kita lupakan kekalahan dan bersiap menjamu PSIS Semarang, Selasa (22/05). Semua pikiran kita segera kesana,” tegas RD.
Sementara itu, gelandang Sriwijaya FC Adam Alis menambahkan, permainan tadi berjalan bagus. Kedua tim sama-sama bermain terbuka dan saling jual beli serangan. “Tapi kita kurang beruntung, kurang memaksimalkan peluang-peluang yang ada. Selamat buat PSMS yang bisa memaksimalkan sedikit peluang. Kita harus fokus lagi kedepan,” kata Adam.
Pelatih PSMS Medan Djajang Nurdjaman mengucap syukur atas rezeki Allah SWT timnya kembali meraih 3 poin. Menurut Djanur, kemenangan ini besar artinya bagi PSMS karena membuktikan tim besutannya masih bisa bersaing dengan tim-tim papan atas.
“Terima kasih kepada pemain yang telah bekerja keras hari ini. Padahal mereka kalah kelas dari sisi individu. Dari segi permainan SFC top skill, susah sekali merebut bola dari mereka. Tapi dengan daya juang luar biasa akhirnya kami keluar sebagai pemenang,” kata Djanur.
Djanur mengatakan, kemenangan di Stadion Teladan ini membuat optimisme pemain meninggi. Target tim selalu meraih tiga poin saat bermain kandang pelan-pelan terus terjaga.
“Kita akan jaga terus laga kandang dengan selalu raih 3 poin sampai akhir kompetisi. Mudah-mudahan tercapai. Di pertandingan tadi kita juga tetap respek pada SFC yang main away tapi tetap main terbuka. Sehingga penonton disuguhkan pertandingan yang bagus saling jual beli serangan,” tutur mantan pelatih Persib Bandung ini.
Dengan hasil ini, PSMS Medan naik ke peringkat 10 klasemen sementara Liga 1 2018 dengan 12 poin. Sementara SFC tertahan di peringkat 5 dengan 13 poin. (ije)

















