PALEMBANG, fornews.co – Revitalisasi Pasar 16 Ilir Palembang tetap berjalan, agar menjadi pusat ekonomi sekaligus icon budaya dan wisata di Kota Palembang.
Rencana pematangan revitalisasi tesebut terus digodok pihak Perumda Pasar Palembang Jaya bersama pengelola Pasar 16 Ilir Palembang PT Bima Citra Realty (BCR).
Menurut Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Palembang Jaya, Dedi Siswoyo, terkait revitalisasi Pasar 16 Ilir Palembang, jajaran direksi PT BCR yang baru bersama komisaris sebelumnya sudah melakukan audiensi dengan Perumda Pasar Palembang Jaya.
“Intinya, saat ini yang masih berlaku adalah KSO (Kerja Sama Operasi) Nomor 11 tahun 2023 antara Perumda Pasar Palembang Jaya dan PT BCR,” ujar dia, saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).
Sementara, Dirut PT BCR, Ahmad Marzuki mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan tahapan komunikasi, karena ada beberapa hal yang harus diluruskan.
Karena, sambung dia, PT CBR ini baru mengalami pergantian jajaran direksi per tanggal 20 April 2026 kemarin. Makanya, direksi PT BCR yang baru ini melakukan audiensi dengan Perumda Pasar Palembang Jaya, untuk bersilaturahmi mengenalkan direksi yang baru dan melanjutkan KSO yang terjalin sebagai mitra perumda.
“Alhamdulillah sambutan pihak Perumda sangat baik, hingga menyepakati tentang revitalisasi dan pengelolaan pasar 16 tetap dilaksanakan oleh PT BCR, sesuai KSO nomor 11 tahun 2023 antara Pemkot Palembang melalui Perumda Pasar Palembang Jaya dengan PT BCR,” kata dia.
“Tindak lanjut dari pertemuan tersebut, kami tetap akan melakukan komunikasi dan sinergi dengan Perumda. Kemudian, melakukan komunikasi dengan stakeholder yang berhubungan dengan suksesi pelaksanaan revitalisasi, seperti dengan APH, pihak PLN, pedagang dan lain-lain,” imbuh dia.
PT BCR juga, ungkap Ahmad, segera melakukan pendekatan dengan pihak-pihak terkait hingga terjadi kondusifitas dalam pelaksanaan revitalisasi. Lalu, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan komunikasi dengan para pedagang yang ada di gedung Pasar 16 ilir.
“Apabila revitalisasi ini sukses, pasar ini bukan hanya jadi pusat ekonomi, namun juga menjadi icon budaya dan wisata bagi masyarakat kota palambang dan Sumsel pada umumnya,” ungkap dia.
Ahmad berharap, kedepan Pasar 16 Ilir ini bisa mendongkrak PAD Pemkot Palembang, memberi kepastian hukum dan rasa tenang bagi para pedagang, serta masyarakat pengunjung lebih nyaman dan bangga.
“Kami sebagai pihak investor tentu berharap bisa lebih lancar dalam berinvestasi dan berbisnis di Kota Palembang,” jelas dia.
“Kita berharap semua pihak harus patuh pada aturan yang berlaku, jangan memaksakan kehendak n penafsiran masing- masing yang akan menghambat realisasi revitalisasi Pasar 16 dan yang paling penting jangan sampai ada kerugian negara,” tukas dia.
Salah satu pedagang Pasar 16 Ilir Palembang, Airisna Maroko menuturkan, sebagai pedagang mereka menerima revitalisasi pasar tersebut dan cepat diselesaikan agar para pedagang bisa lebih nyaman dan tenang untuk berdagang.
“Kami berharap adanya sosialisasi, transparansi biaya dari PT BCR kepada pedagang dan adanya kepastian (hukum) bagi pedagang di Pasar 16 Ilir ini,” tandas dia. (aha)

















