PALEMBANG, fornews.co – Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) diingatkan untuk jangan lupa historis. Karena, secara sosiologis, Fokal IMM itu sebagai purna bakti IMM.
Hal tersebut diingatkan Ketua Umum Fokal IMM Prof DR Ma’mun Murod MSi, melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) DR Yusuf Warsim MHum, usai melantik Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fokal IMM Sumsel periode 2025-2030, Ruspanda Karibullah ST, bersama jajaran pengurus di Wyndham Opi Hotel Palembang, Sabtu (14/02/2026).
“Fokal IMM itu harus memperkuat alumni IMM, baik dalam persyarikatan, keummatan, serta perannya dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Yusuf Warsim.
Atas dasar itu, kata Yusuf, maka etika yang terbangun dari kader Fokal IMM itu harus tercermin dalam diri seluruh kader.
“Etika yang terbangun itu juga harus dilakukan dalam segala hal. Sebab, pemimpin itu diberi kewenangan, namun kewenangannya dengan batasan-batasan tertentu,” kata dia.
Usai dilantik, Ketua PW Fokal IMM Sumsel periode 2025-2030, Ruspanda Karibullah ST mengungkapkan, bahwa alumni IMM yang tersebar di berbagai sektor strategis, mulai akademisi, birokrasi hingga praktisi politik, akan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kita akan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal isu-isu kemasyarakatan di Provinsi Sumsel ini,” ungkap dia.
Ruspanda menegaskan, semua pengurus PW Fokal IMM Sumsel akan terus menjaga nilai-nilai intelektualitas dan religius yang menjadi ciri khas kader Muhammadiyah.
“Semoga ke depannya, pengurus dan kader Fokal IMM Sumsel bisa memberi warna bagi seluruh sendi kehidupan di Provinsi Sumsel ini,” jelas pria yang juga anggota DPRD Kota Palembang itu.
Ruspanda juga mengajak semua pengurus yang baru dilantik, untuk menambah speed yang lebih kencang lagi, dan mudah-mudahan silaturahmi antara alumni IMM ini tetap terjaga.
“Kita minta dukungan semua pihak, terutama para pengurus PW Fokal IMM Sumsel yang baru dilantik ini,” tegas dia.
Sementara, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel, Ridwan Hayatuddin SH MH menuturkan, bahwa Muhammadiyah itu merupakan organisasi tersukses di dunia dan arti Muhammadiyah itu pengikut Nabi Muhammad.
“Jadi, IMM itu merupakan salah satu kader Ortom Muhammadiyah. Kita juga harus lebih baik dari kemarin,” tutur dia.
Ridwan melanjutkan, mengapa Muhammadiyah itu bisa menjadi organisasi besar, karena banyak memiliki orang yang bekerja dengan ikhlas.
“Kader Muhammadiyah itu banyak berjihad, bekerja keras dan bekerja dengan ikhlas. Sehingga organisasi Muhammadiyah ini bisa langgeng, Ijtihad serta Tajdid,” tandas dia. (aha)
















