PALEMBANG, fornews.co – Ratusan atlet dan ofisial dari puluhan negara peserta 55th QubicaAMF Bowling World Cup 2019 mengikuti welcome dinner di Griya Agung Palembang, Sabtu (16/11) malam. Sebelum berkompetisi di lintasan boling, para peboling dari berbagai penjuru dunia ini bertemu dalam suasana keakraban.
Ketua Umum PB Persatuan Boling Indonesia (PBI) Percha Leanpuri ditemui usai welcome dinner menyampaikan rasa syukur tiba di titik ini. Sebab menurutnya, persiapan World Cup Bowling ini sudah sejak lama dilakukan. Karena ditunjuknya Indonesia dan khususnya Palembang, Sumatra Selatan, sudah sejak awal tahun 2019.
“Setelah itu kita sudah merencanakan dan menyiapkan segala sesuatunya supaya kegiatan ini berjalan dengan lancar. Karena event ini menjadi sebuah ukiran sejarah bagi Indonesia khususnya Sumatra Selatan sebab terakhir kali World Cup Bowling ini diselenggarakan di Indonesia pada tahun 1980 di Jakarta. Ini momen yang sangat istimewa karena Jakabaring Sport City dengan venue bolingnya memiliki peralatan paling mutakhir dan cocok untuk menggelar kejuaraan internasional seperti World Cup ini,” ujar Percha.
Percha menerangkan, untuk jumlah peserta sampai malam ini mencapai 136 atlet dari 77 negara. Diakui anggota DPR RI ini, para peserta dari berbagai belahan dunia sangat tertarik untuk datang ke Indonesia khususnya Palembang. Terbukti di acara welcome dinner tadi mereka terlihat antusias saat ditampilkan tayangan tempat-tempat bersejarah dan wisata di Kota Palembang maupun kabupaten/kota di Sumsel yang bisa didatangi oleh semua atlet dan ofisial peserta.
“Tidak lupa juga ada UMKM yang kita libatkan agar produk khas Palembang dan Sumsel lebih dekat dan dikenal tamu-tamu negara ini,” kata Percha.
Beralih ke sisi prestasi, Percha mengharapkan dua peboling Pelatnas yang diturunkan di event ini yaitu Ryan Leonard Lalisang dan Shinta Ceysaria Yunita mampu mengharumkan nama Indonesia.
“Tentunya saya sebagai Ketua Umum PB PBI berharap atlet Indonesia bisa menjadi pemenang. Jadi bukan hanya (sukses) tuan rumah tapi juga (sukses) pemenang,” tukas Percha. (ije)
















