SLEMAN, fornews.co—Mendekati bulan Ramadan penjual makanan dan minuman, mulai bermunculan di ruas-ruas jalan dan pusat keramaian. Menu berbuka puasa paling diburu saat ngabuburit.
Kedai kelapa muda di Jalan Suparjo, Sidoluhur, Godean, Sleman, Yogyakarta, misalnya, hampir setiap Ramadan bisa menghabiskan ratusan buah kelapa muda dalam hitungan jam.
“Di bulan Ramadan pesanan kelapa muda meningkat daripada hari biasa,” ujar Bowo, pemilik kedai kelapa muda asli Pemalang, Jawa Tengah, yang sudah lima tahun tinggal di Jogja, Senin.
Jika pada hari biasa hanya menghabiskan 46-60 buah kelapa muda, namun di bulan Ramadan membutuhkan kelapa muda lebih banyak lagi.
Kelapa muda milik Bowo didatangkan dari Purworejo, Jawa Tengah, karena cita rasanya yang khas. Kata Bowo, rasa air dan kelapa mudanya berbeda dengan kelapa muda lokal Jogja.
Olahan kelapa mudanya dijual beragam mulai harga Rp 5.000-12.000.
Kelapa muda tanpa pemanis (murni) dibandrol Rp 10.000 dan kelapa muda dengan pemanis gula merah dihargai Rp 12.000.
Sedangkan segelas es kelapa muda dijual Rp 5.000 dengan dua rasa manis gula pasir dan gula merah.
“Ya nggak mesti gula pasir, kebanyakan minta gula merah,” katanya.

Dalam sehari, Bowo dapat menghabiskan 2 kilogram gula merah. “Kadang bisa lebih jika pembelinya sedang banyak.”
Untuk gula merah, Bowo mengaku memakai gula merah pilihan lokal dari Jogja. Gula merah buatan Jogja lebih berkualitas meski kadang masih ditemukan gula merah palsu yang dicampur gula pasir.
Bowo yang sebelumnya bekerja di pabrik roti memutuskan berhenti dan membuka kedai kelapa muda untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Mendekati bulan Ramadan, Bowo mengaku telah melakukan persiapan. Sejumlah pemilik pohon kelapa di Purworejo siap mengantar buah kelapa muda pesanannya.
Ia berharap bulan Ramadan pada April mendatang membawa berkah bagi pedagang yang berjuang untuk keluarganya.
Sementara itu harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Sleman mulai merangkak naik termasuk cabe dan daging sapi. (adam)
















