JAKARTA, fornews.co– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak tahu kapan waktunya akan bertemu Calon Presiden (Capres) 02, Prabowo Subianto. Karena, hingga saat ini belum ada rencana pertemuan dengan kompetitornya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019 itu.
“Enggak tahu. Yang jelas, setelah coblosan saya sudah menyampaikan kita berkeinginan, berinisiatif untuk bertemu, tapi sampai sekarang belum ketemu,” katanya kepada wartawan, usai bertemu Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/05) siang, seperti dikutip dari setkab.go.id.
Jokowi menerangkan, tidak ada hambatan baginya untuk bisa bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Bahkan, jika bisa bertemu dengan Prabowo Subianto akan dilihat baik oleh masyarakat, oleh rakyat, dan mendinginkan suasana, bahwa di elite-elite politik juga rukun-rukun saja, enggak ada masalah. “Saya kira paling penting itu. Kalau elitenya rukun, baik-baik saja, di bawah juga akan dingin, akan sejuk,” terangnya.
Namun, Jokowi mengakui kalau Prabowo Subianto sudah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tapi, pertemuan tersebut atas inisiatif Wakil Presiden Jusuf Kalla dan dirinya. Nah saat ditanya apa hasil pertemuan tersebut, Jokowi mengaku belum menerima laporan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Harusnya tadi pagi bertemu dengan Pak Wapres, tapi karena beliau ada urusan, saya juga ada (urusan). Kalau sudah ketemu nanti saya sampaikan,” ujarnya.
Jokowi mengungkapkan, bahwa proses-proses politik terus dilakukan agar suasana menjadi dingin semuanya, setelah 7-8 bulan kampanye panas, hingga pada hari coblosan.
“Nah ini ada proses pendinginan, sehingga saya bertemu Pak zulkifli dari PAN, bertemu Mas AHY dari Demokrat. Proses-proses seperti itu yang ingin kita lakukan,” ungkapnya.
Terhadap pertemuannya dengan Presiden ke-3 RI, Prof. Dr. BJ. Habibie, Jokowi menjelaskan, bahwa pertemuan tersebut lebih kepada membahas masalah bangsa. “Urusan persatuan itu sudah tidak ada tawar menawar lagi. Saya kira saya sepakat dan juga sudah saya sampaikan berkali-kali bahwa saya terbuka untuk siapapun, bersama-sama bekerja sama untuk memajukan negara ini, untuk membangun negara ini. Siapapun,” tegasnya. (tul)

















