YOGYAKARTA, fornews.co–Diberlakukannya karantina mandiri akibat mewabahnya virus corona, pada umumnya, membuat orang berputus asa.
Kebanyakan mengeluh karena dibatasi bekerja di luar rumah. Mereka harus tetap di dalam rumah selama masa social distancing.
Bahkan ada yang di-PHK dari perusahaan dengan alasan tidak sanggup lagi membayar karyawan.
Di Yogyakarta, seorang warga mengenakan rompi berwarna oranye, terlihat mengatur kendaraan yang melaju dari tiga arah, Sabtu (2/5/2020).
Namun bukan itu yang menarik perhatian warga Yogyakarta yang melintas di Jalan Tamansiswa.

Ali Akbar Hasan (53), asal Jawa Timur, relawan pengatur lalu lintas (Replantas) di simpang tiga Tamsis itu menutup kepalanya dengan galon air bekas.
Bermaksud sebagai pelindung paparan Covid-19, penampilannya yang nyentrik membuat setiap orang tersenyum.
“Saya memakai galon sebagai antisipasi terhadap virus corona,” kata Ali yang kini akrab dipanggil Ali Galon, Sabtu.
Ia tidak lagi memikirkan bahaya virus corona karena harus menyambung hidup selama di Jogja.
Sebagai Replantas, Ali kadang mendapatkan uang sekira 30 ribu rupiah. Hasilnya hanya cukup untuk makan sehari.

Sejak diberlakukan darurat virus corona, Ali terpaksa tidak dapat berkumpul dengan istri dan kelima anaknya di Tulungagung, Ngatruk, Jawa Timur.
Kepada fornews.co, Ali mengungkapkan sudah enam bulan di Jogja. Namun rencana untuk bisa berlebaran dengan keluarga tahun ini gagal.
“Saya mendapat kabar dari anak saya bahwa Tulungangung ditutup bagi pemudik,” ujarnya.
Meski kecewa, ia tetap semangat bekerja agar bisa mengumpulkan uang dan mengirimkannya kepada keluarganya di Jawa Timur.
Alli mengaku sering ditanya anaknya soal keuangan setelah dirinya muncul di internet.
“Saya merasa tidak enak dengan anak-anak karena disangka dapat uang banyak setelah muncul di berita,” katanya. ” Padahal saya mendapatkan uang receh dari pengendara baik hati yang terbantu.”
Namun, sebagai seorang bapak ternyata jawabannya belum bisa memuaskan pertanyaan anaknya.
Sekarang Ali hidup menggelandang di Yogyakarta. Ia tidak bisa pulang kepada keluarganya karena akses ke Tulungagung ditutup oleh warga dan petugas.
Ali berharap virus corona segera berakhir dan dapat smembuatnya egera keluar dari kesulitan yang dihadapinya. (adam)
















