PALEMBANG, fornews.co – Rencana Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (BASRI) mendatangkan bintang Brasil, Ronaldo Luiz Nazario de Lima menemui kendala. Namun dipastikan penggantinya tak kalah mentereng.
Ketua Umum BASRI Eddy Sofyan mengatakan, sebenarnya sudah tercapai kesepakatan dengan Ronaldo. Namun di saat tinggal teken kontrak, Ronaldo membatalkan keputusannya untuk hadir di Indonesia.
“Mohon maaf karena Ronaldo tidak jadi datang. Dia khawatir dengan kondisi penerbangan domestik Indonesia. Apalagi setelah pesawat Lion Air yang jatuh di Tanjung Karawang belum lama ini,” ujar Eddy pada press conference di Hotel Grand Inna Daira Palembang, Jumat (23/11).
Menurut Eddy, sebagai gantinya, BASRI bergerak cepat dengan mengontak mantan bintang lainnya yang juga asal Brasil, Ronaldinho Assis de Moreira. Bahkan Eddy yakin nama besar Ronaldinho tak kalah dengan Ronaldo. Mereka pun sama-sama membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang.
“Kita telah kontak Ronaldinho dan dia bersedia datang ke Palembang. Secara prestasi dan kebintangan tentu Ronaldinho tak kalah dengan Ronaldo. Secara skill Ronaldinho menguasai teknik yang tak dimiliki pemain lain bahkan sekelas (Lionel) Messi dan (Cristiano) Ronaldo sekalipun,” katanya.
Eddy pun menerangkan pekan depan akan berangkat ke Madrid, Spanyol, untuk melaksanakan pembahasan detail kontrak. Eddy optimistis Ronaldinho bersedia datang ke Palembang untuk meramaikan rangkaian puncak turnamen sepak bola Alex Noerdin Cup.
“Dari pembicaraan awal, Ronaldinho secara umum hanya meminta jaminan safety penerbangan domestik di Indonesia. Nanti mengenai detail request akan dibahas di pertemuan pekan depan. Tapi saya yakin tidak akan ada kendala berarti, karena Ronaldinho ini orangnya sangat fleksibel dan tidak kaku dengan aturan,” tutur promotor olahraga ini.
Mengenai nilai kontrak, Eddy belum mau membeberkannya. Sebab dia masih menunggu sampai terjadi penandatanganan kontrak. Namun untuk mendatangkan Ronaldinho diperkirakan menelan biaya di kisaran USD500.000 hingga USD750.000.
“Berdasar pengalaman saya, waktu mendatangkan Maradona ke Indonesia tiga tahun lalu banderolnya USD1,2 juta. Sedangkan Ruud Gullit di tahun 2016 di angka USD500.000. Bahkan dengan Ronaldo kemarin sudah deal di nominal USD500.000 sebelum akhirnya dibatalkan. Dengan Ronaldinho ini kemungkinan sama dengan Ronaldo. Apalagi ini kan kegiatannya ada charity dan sosial bukan komersial. Sehingga hal itu menjadi salah satu pertimbangan soal kontrak,” papar Eddy. (ije)
















