SEKAYU, fornews.co – Kabupaten Musi Banyuasin saat ini sudah bisa melakukan dan mendapatkan hasil swab test COVID-19 lebih cepat. Hal itu setelah rumah sakit di Muba mengoperasikan alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk menguji spesimen dari orang yang diperiksa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr Azmi Dariusmansyah mengatakan, swab mandiri untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi COVID-19 sudah bisa dilakukan di Muba yakni di RSUD Bayung Lencir dan RSUD Sekayu. Tujuan dilakukannya swab test di Muba ini demi percepatan deteksi COVID-19.
Menurut Azmi, pihaknya sedang melatih tujuh tenaga kesehatan untuk mengoperasikan alat RT-PCR. PCR bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.
Untuk saat ini, kata Azmi, swab test dipusatkan di dua titik di Muba. Untuk lintas barat berada di RSUD Sekayu. Sedangkan di wilayah lintas timur di RSUD Bayung Lencir.
“Di RSUD Sekayu berupa PCR mandiri. Pengadaannya bersumber dari APBD atas komitmen Bupati Muba Dodi Reza Alex. Kalau di Bayung Lencir swab test yang digunakan adalah Tes Cepat Molekuler (TCM). Selama ini fungsi pemeriksaan TCM ini untuk pasien TB. Karena ini prinsipnya alih fungsi alat dan skill, maka kita melatih tenaga khusus dengan instruktur dari Kemenkes,” ujar Azmi usai peresmian operasional TCM di RSUD Bayung Lencir, Jumat (19/06).
Azmi menambahkan, sebagai pendukung langkah ini, Dinkes Muba mendirikan laboratorium khusus untuk pemeriksaan rapid swab antigen yang sensitifitas dan spesifikasinya jauh lebih tinggi ketimbang rapid antibody. Laboratorium ini berlokasi di Sekayu, tepatnya di sebelah Puskesmas Balai Agung.
“Saat ini 250 swab antigen sudah disebar di 3 rumah sakit. Yakni 100 di Sekayu, 100 di Bayung Lencir dan 50 di Sungai Lilin. Ini upaya tindak lanjut langkah Pemkab Muba untuk adaptasi New Normal Life atau kehidupan normal baru sesuai degan enam 6 indikator WHO,” katanya.
Beberapa indikator WHO untuk Normal Baru adalah persentase capaian pemeriksaan diagnostik COVID-19. Lalu response time (lama waktu menunggu hasil tes) yang harus lebih cepat di mana selama ini relatif lama karena harus mengirim sampel ke BBLK di Palembang.
Meski Muba sudah mampu melakukan swab TCM secara mandiri, namun soal pengumuman hasil tes ke publik tetap sesuai prosedur Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional.
“Kami sudah mampu melakukan TCM di Muba. Dan khusus di RSUD Bayung Lencir kami bisa mengeluarkan hasil tes dalam waktu satu jam,” terang Direktur RSUD Bayung Lencir, dr Diyanti Novitasari.
Menurut Diyanti, pihaknya sangat senang mampu berbuat yang terbaik buat pencegahan dan percepatan penanggulangan wabah COVID-19.
“Hanya saja bukan kami yang mengumumkan hasil TCM. Berdasarkan mekanisme protokol kesehatan, setelah hasil kami dapat tetap dikirim ke Gugus Tugas di Jakarta. Lalu dari sana hasilnya disampaikan kembali ke Provinsi lalu kembali disampaikan ke Muba secara berjenjang. Tetapi prinsipnya, langkah ini sangat efisien. Maksimal kami perkirakan butuh waktu 3 hari untuk dapat hasil sesuai prosedur. Jauh lebih cepat ketimbang yang selama ini kita alami yakni 12 hari paling cepat,” jelasnya.
Camat Bayung Lencir Akhmad Toyibir menyambut gembira dan menyampaikan terima kasih mendalam kepada Bupati Muba Dodi Reza Alex. Sebab, jalur lintas timur yakni Sungai Lilin hingga Bayung Lencir yang berbatasan dengan Jambi termasuk wilayah paling sibuk menangani pasien COVID-19.
“Ini perhatian luar biasa. Tidak semua kabupaten atau kota di Sumsel bahkan nasional ada TCM. Suatu kebanggaan untuk di Muba, RSUD Bayung Lencir dijadikan lokasi launching dan dipercaya melakukan TCM sendiri. TCM di RSUD Bayung Lencir mempercepat proses waktu mengetahui hasil sampel swab test yg dilakukan salah satu alasan TCM ditempatkan disini. Sebab Bayung Lencir merupakan pintu masuk wilayah Muba dan jalur lintas Sumatra yang padat serta banyak perusaahan yang beroperasi,” katanya.
Ibir bersyukur selama terjadinya wabah COVID-19 semua elemen di wilayahnya kompak baik di Puskesmas, TNI/Polri, relawan rumah sehat, dan para pemudanya.
“Gugus Tugas Kecamatan Bayung Lencir baik Kapolsek, Danramil, Satpol PP, Damkar, Dishub, termasuk jajaran RSUD tetap selalu sinergi dan semangat dalam melakukan upaya pencegahan serta penanggulangan kasus COVID-19. Terima kasih atas keberanian RSUD Bayung Lencir dan Puskesmas Bayung Lencir serta Puskesmas Sukajaya yang melakukan upaya preventif melakukan rapid test secara berkelanjutan kepada seluruh tenaga kesehatan. Tes ini memberikan jaminan bahwa Nakes selalu prima. Rapid test juga dilakukan kepada seluruh jajaran Gugus Tugas yang berada di kecamatan termasuk seluruh staf kantor camat dan dilanjutkan kepada masyarakat di desa dan kelurahan yang dianggap terjadi kasus atau potensi terjadi kasus,” tukasnya. (ije)
















