PALEMBANG, Fornews.co – Suryadi, 29, warga Desa Telok Payo, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, Sumsel harus berurusan dengan pihak kepolisian Polda Sumsel. Pasalnya, Suryadi menghabisi pamannya sendiri hingga tewas lantaran sakit hati.
Direktur Reser Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alfiani mengatakan, kejadian ini berawal dari penemuan mayat korban di kebun kelapa milik keluarga pelaku. Saat itu, korban disebut tewas akibat terjatuh dari pohon kelapa.
Namun, pihak keluarga pun curiga karena korban terdapat luka bacok di kepalanya sehingga melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Sehingga, polisi pun melakukan penyelidikan.
“Saat penyelidikan diketahui korban ini sempat bersama pelaku yang merupakan keponakannya menuju ke kebun,” katanya, Rabu (22/01).
Pihaknya pun akhirnya menangkap pelaku di rumahnya. Pelaku pun mengakui perbuatannya telay menghabisi pamannya sendiri. Lantaran, sakit hati karena korban sering mengintip istrinya sedang mandi.
“Pelaku ini merasa istrinya dilecehkan sehingga pelaku nekat untuk membunuh pamannya sendiri,” tutupnya.
Sementara itu, tersangka Suryadi mengakui jika aksi tersebut dikarenakan kesal terhadap pamannya sering mengintip bahkan memeluk istrinya. Hal ini berdasarkan dari pengakuan sang istri.
“Paman saya ini sudah tinggal dirumah selama satu tahun. Saya sempat tidak percaya, tapi istri saya cerita sering mengintipnya saat mandi di rumah. Bahkan, sempat memeluk istri saya dari belakang,” katanya.
Pada saat kejadian, ia bersama anak dan istrinya tengah menuju kebun untuk membongkar rumah mertuanya. Kemudian, korban datang dan membawa sebuah parang. Bahkan, langsung mendekati istrinya.
Melihat hal tersebut dirinya pun naik pitam sehingga sempat terjadi perkelahian dan mengambil parang milik korban dan langsung membacok korban hingga tewas.
“Saya bersama istri dan anak saya langsung meninggalkan korban di tempat kejadian,” singkatnya. (lim)
















