PALEMBANG, fornews.co – Genap setahun memimpin Provinsi Sumatra Selatan, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Herman Deru dan Mawardi Yahya (HDMY) membuktikan komitmennya menekan angka kemiskinan. Per September 2019, jumlah warga miskin di Sumsel tercatat berkurang 2,66 ribu orang dibandingkan waktu yang sama tahun lalu.
Catatan ini mengacu pada data yang berhasil dihimpun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumsel. Jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumsel tahun 2019 mencapai 1.073,74 ribu orang turun dari tahun 2018 sebesar 1.076,40 ribu orang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Provinsi Sumatra Selatan Ekowati Retnaningsih pada acara Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2018-2023 di Griya Agung Palembang, Rabu (09/10).
Gubernur Sumsel H Herman Deru yang hadir didampingi Wakil Gubernur Mawardi Yahya mengapresiasi para pejabat dan pegawai di jajaran Pemprov Sumsel yang berhasil merealisasikan berbagai inovasi yang digagas HDMY. Meski demikian, Herman juga menyampaikan beberapa evaluasi terkait capaian kinerja masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di masa kepemimpinannya.
“Merasa bersyukur dan bangga dimana ada peningkatan-peningkatan yang cukup baik dan merata. Setiap indikator kerja tidak fokus di satu dinas atau instansi karena semua ditonjolkan,” ujar Herman.
Orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini mengakui turunnya angka kemiskinan ditopang oleh bantuan semua pihak dengan penuh kebersamaan.
“Hari pertama saya masuk kerja, saya ajak semua OPD bekerja dengan nyaman, nanti kita nilai dari produk yang dihasilkan. Dua minggu kerja, keluar instruksi Gubernur tentang one agent one innovation, penurunan angka kemiskinan yang membanggakan meskipun harus tetap diperbaiki karena RPJMD 5 tahun,” tuturnya.
“Oleh sebab itu saya minta OPD menghafal betul visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel serta kewenangan hak dan kewajiban,” imbuhnya. (ije)

















