YOGYAKARTA, fornews co—Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menyebut vaksinasi bertujuan untuk mengurangi transmisi Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian, disebabkan oleh Covid-19.
“Kekebalan kelompok akan terbentuk jika cakupan imunisasi tinggi dan merata ke seluruh wilayah,” ungkap Emma Rahmi Aryani, Jum’at (15/1/2021).
Vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kota Yogyakarta, nantinya diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk tidak takut terhadap vaksinasi Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta itu mengatakan sejumlah tokoh agama dan pejabat telah divaksin sebagai percontohan.
“Sehingga nanti diharapkan masyarakat tidak takut,” imbau Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, dinyatakan telah memenuhi syarat untuk divaksin Covid-19, yang sebelumnya sempat merasa tidak enak badan dengan tekanan darah 171-117.
“Tidak ada masalah. Mudah-mudahan bisa mengikuti pada tahap kedua,” ucap Wakil Wali Kota Yogyakarta, Jum’at (15/1/2021).
Wakil Wali Kota Yogyakarta itu menyebut sekitar 475 tenaga kesehatan di Kota Yogyakarta telah divaksin Covid-19.
Pada tahap pertama total tenaga kesehatan di Kota Yogyakarta yang divaksin Covid-19 berjumlah 4.753 orang.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, berpesan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, wajib cuci tangan, wajib memakai masker dan menghindari keramaian.
Yuni (43) ibu rumah tangga, salah seorang warga Yogya mengaku tidak berlebihan terhadap kabar-kabar yang berseliweran di media sosial tentang vaksin Covdi-19.
Memurut Yuni, Pemerintah tidak mungkin menjerumuskan bangsanya sendiri dalam menyelesaikan virus yang mewabah ke seluruh dunia.
Vaksinasi Covid-19, kata Yuni, menjadi salah satu ikhtiar agar manusia mendapatkan kekebalan dari serangan virus Covid-19. (adam)

















