PALEMBANG, fornews.co – Pengurus National Paralympic Committee (NPC) Sumsel menggelar rapat koordinasi program kerja 2018 soal perkembangan pembinaan prestasi atlet disabilitas di 17 kabupaten/kota di Sumsel. Salah satu yang menjadi sorotan soal belum adanya sekretariat NPC Sumsel.
Mengenai ketersediaan sekretariat, Ketua Umum NPC Sumsel, Ryan Yohwari mengatakan, selain menjadi pusat koordinasi, dengan dimilikinya sekretariat juga untuk mempermudah mereka dalam proses administrasi.
“Dengan segala keterbatasan yang ada, kita rapat koordinasi seadanya karena kita belum memiliki sekretariat tetap. Mudah-mudahan ini tidak menyurutkan pengurus dalam membina prestasi atlet difabel di Sumsel ini,” kata Ryan di sela-sela rapat koordinasi di salah satu rumah pengurus NPC Sumsel di Kompleks OPI Palembang, Rabu (17/1) siang.
Terkait sekretariat, lanjut Ryan, pihaknya telah mengajukan usulan kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin, untuk menjadikan bekas Rumah Pintar yang ada di kawasan Danau OPI Jakabaring sebagai sekretariat NPC Sumsel. Dirinya berharap, dalam waktu dekat bisa direalisasikan sebagaimana telah disampaikan saat menerima atlet berprestasi beberapa waktu lalu. Karena sejak 2015 lalu Menpora RI Imam Nachrowi sudah menyamakan kedudukan NPC setara dengan KONI, begitupun soal perlakuan.
“Mudah-mudahan cepat terealisasi, kita masih menunggu ACC dari Pak Gubernur, karena kemarin dari BPKAD juga sudah mengecek tempat itu untuk digunakan sebagai sekretariat NPC Sumsel,” ujarnya.
Dengan adanya sekretariat tersebut, Ryan berharap bisa mempercepat ruang gerak NPC Sumsel dalam rangka pembinaan prestasi dan menyongsong Asian Para Games 2018 serta Peparprov 2019.
Sementara itu, anggota Binpres NPC Sumsel Paruk Rasyid mengatakan bahwa keberadaan sekretariat sangatlah penting untuk keperluan administrasi, rapat, koordinasi pengurus dan lainnya.
“Sekretariat sangat penting, mudah-mudahan segera terealisasi. Ini demi pembinaan dan prestasi atlet difabel di Sumsel,” tuturnya.
Paruk menambahkan, perlu adanya terobosan pembinaan atlet difabel dengan menambah ritme kompetisi. Pasalnya, masa persiapan atlet untuk Peparpenas 2020 tinggal dua tahun lagi. (bas)

















