PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyambut dan mengapresiasi gagasan Pondok Pesantren Aulia Cendikia yang menggelar program Berjuta Selawat sebagai Upaya Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Sumsel.
Deru mengatakan, ada dua aspek dalam upaya pencegahan karhutla, pertama mencintai alam dan menjaga alam dengan pola pertanian tanpa membakar. Kedua, berharap kepada-Nya untuk diturunkan hujan agar dapat terus membasahi lahan.
“Jadi, doa dan selawat juga merupakan upaya dalam pencegahan karhutla, setelah berbagai ikhtiar dilakukan. Saya apresiasi terlakasananya acara ini,” ucap Deru saat menghadiri langsung launching Berjuta Selawat di Pondok Pesantren Aulia Cendekia Kecamatan Talang Jambe, Sukarame, Palembang dan memberikan satu unit mobil untuk operasional pesantren, Sabtu (10/4).
Diakuinya, Provinsi Sumsel patut meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla karena memiliki lahan gambut yang cukup luas. Karhutla menurut dia bukan hal baru, tapi sudah terjadi berpuluh tahun lalu. “Bedanya, dulu masyarakat belum sadar betul apa itu karhutla, sakit Ispa, tapi kini sudah beda karena edukasi digencarkan ke masyarakat,” kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menetapkan status siaga darurat karhutla pada Maret 2021. Penetapan ini lebih awal dibandingkan tahun lalu sebagai salah satu upaya pencegahan dini karhutla di Sumsel. (yas)

















