JOGJA, fornews.co — Selesai Ijab Kabul Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Kuntonugroho dan dr. Laily Annisa Kusumastuti berada di Kagungan Dalem (KD) Bangsal Sewatama untuk mengikuti prosesi Panggih.
“Prosesi Panggih adalah pertemuan pengantin pria dan perempuan setelah upacara ijab meliputi Pasrah Sanggan, Kembar Mayang dan Balangan Gantal,” urai urusan Pranatan Lampah Kadipaten Pakualaman, Mas Ngabehi Citropanambang, Rabu.
Pasrah Sanggan, tuturnya, juga disebut Sanggan Pamethuk yang berarti pengantin pria telah siap mengikuti Upacara Panggih. Ini sekaligus memberi sinyal agar pengantin perempuan segera dihadirkan dalam prosesi tersebut.
Selanjutnya Kembar Mayang dibawa oleh abdi dalem ke KD Bangsal Sewatama disertai tampilan Durbala Singkir sebagai penanda bahwa pengantin pria masih perjaka dan pengantin perempuan masih perawan.
Kemudian Balangan Gantal. Gantal berarti lintingan daun sirih berisi jambe, gambir, tembakau dan injet yang diikat dengan benang lawe berwarna putih.
Gantal yang diikat benang tersebut berjumlah tujuh. Empat gantal dilempar oleh pengantin pria dan tiga gantal dilempar oleh penganti perempuan.
Lantas apa makna filosofis dari Gantal berisi jambe, gambir, tembakau dan injet yang diritualkan dalam Dhaup Ageng?
Dijelaskan Pranatan Lampah Kadipaten Pakualaman, Mas Ngabehi Citropanambang.
Jambe
Pohon jambe yang menjulang tinggi lurus ke atas memiliki buah yang lebat. Ini melambangkan orang yang berbudi luhur, berderajat tinggi, berkat kesungguhan kerja dan doa sehingga membuahkan hasil yang berlimpah.
Injet
Injet adalah bubuk putih dari endapan proses rendaman batu yang berkhasiat untuk kesehatan sekaligus dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kuliner.
Injet melambangkan buah pikir yang bersih diperoleh melalui kontemplasi yang bermanfaat menyelesaikan segala urusan baik di lingkungan keluarga, kerabat, maupun masyarakat.
Gambir
Buah Gambir yang sepat dan pahit saat dikunyah dirasa lidah akan berubah menjadi agak manis. Buah ini bermanfaat untuk menguatkan gigi.
Buah ini dimaknai sebagai harapan ketika pengantin menghadapi dinamika kehidupan yang terus berputar mereka tetap
tahan menderita pahit yang dipercaya akan membuahkan sesuatu yang manis di kemudian hari.
Tembakau
Tanaman pegunungan yang mampu bertahan di tanah yang ekstrim, namun, tetap semakin hijau dan bermutu baik. Bahkan mampu bertahan di musim kemarau.
Tembakau juga bermakna agar suami-istri selalu waspada dan mawas diri sehingga akan tetap dapat bertahan hidup meski dalam “suasana panas” akibat serangan dari gangguan roh jahat maupun kelabilan emosi.
Tembakau juga sering digunakan sebagai pelengkap berbagai sajen.
Daun Sirih
Daun yang memiliki antioksidan ini secara umum telah dimanfaatkan untuk pengobatan herbal.
Daun sirih yang pertemuan ruasnya diikat dengan benang putih kemudian dilempar ke pasangan, sambung Mas Ngabehi Citropanambang, menyimbolkan dua pribadi dengan masing-masing karakternya akan mampu menyatu.
“Hal ini disebabkan masing-masing pribadi telah berbekal jambe, injet, gambir dan tembakau yang
melambangkan budi luhur, kesungguhan kerja dan doa, berpikir jernih, mau berproses, serta waspada dan mawas diri,” jelasnya.
Lawe Pethak
Dalam bahasa Indonesia Lawe Pethak berarti benang putih melambangkan suatu ikatan suci agar pernikahan tetap langgeng. Dengan harapan hidup selamat lahir dan batin, sejahtera dan bahagia.
Selain itu juga ada prosesi Ngranupada dan Mecah Tigan. Ngranupada artinya mencuci kaki. Kaki pengantin pria dibasuh oleh pengantin perempuan. Hal ini menunjukkan bakti seorang istri kepada suami.
Selain itu, air bunga setaman yang dipakai untuk mengguyur kaki dimaknai sebagai penyingkir godaan.
Sedangkan Mecah Tigan menunjukkan adanya warna putih dan merah melambangkan bercampurnya ‘wiji kakung’ dan ‘wiji putri’ yang kelak melahirkan anak dan cucu.
Pada prosesi Panggih kedua pangantin mengenakan busana dodot atau kampuh batik motif Indra Widagda Wariga Adi.
Dalam batik tersebut termuat motif Indra Widagda dipadukan motif Semen Kidang dengan harapan agar ajaran yang telah diperoleh dari orang tua dan para sesepuh dapat dijadikan pegangan hidup.
“Dengan begitu pasangan pengantin ini kelak mampu
berkelana dan tangkas di belantara kehidupan,” tandasnya. (adam)
Copyright © Fornews.co 2023. All rights reserved.

















