PALEMBANG, fornews.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah mengeluarkan keputusan, tentang penetapan status keadaan siaga darurat bencana asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Tercatat sejak awal Januari hingga Juni 2019 (Semester I), total jumlah titik panas atau hotspot di Sumsel sebanyak 244 titik. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengatakan, jumlah titik panas di periode yang sama pada tahun lalu hanya 201 titik.
“Jumlah titik panas ini dapat meningkat lagi karena diprediksi pada bulan Agustus hingga September,” katanya saat dihubungi, Jumat (28/06).
Ia mengaku titik panas paling banyak sebarannya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yakni sebanyak 49 titik. Dari jumlah tersebut 80 persen di antaranya berpotensi sebagai wilayah Karhutla.
Untuk bulan Juni ini, ia mengaku sebaran paling tinggi di wilayah Muaraenim yakni sebanyak 14 titik panas dari total 28 titik panas.
Dirinya berharap pada puncak kemarau mendatang, titik panas di Sumsel tidak terlalu tinggi seperti tahun sebelumnya yang mencapai 663 titik panas.
“Dengan dikeluarkannya siaga karhutla, kami harap karhutla di Sumsel dapat dicegah,” tukasnya. (alu)
















