CHRISTCHURCH, fornews.co – Diluar batas kemanusiaan, seorang pria berkewarganegaraan Australia melakukan pembantaian terhadap umat muslim yang sedang menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Al Noor, di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/03) sekitar pukul 13.42 waktu setempat.
Yang lebih tidak masuk akal, pelaku melakukan siaran langsung melalui facebook miliknya dengan akun “Brenton Tarrant”. Pelaku menyiarkan aksinya mulai saat berada di dalam mobil, parkir di samping pagar masjid, lalu dengan santai berjalan dengan menenteng senjata api ke depan masjid dan menuju pintu utama masjid. Begitu melihat seorang korban di depan pintu masjid, pelaku mulai mengarahkan moncong senjata ke jamaah itu dan mulai melakukan pembantaian.
Pelaku memberondong puluhan kali tembakan ke arah korban sambil mengganti magasin beberapa kali. Para korban yang tidak menyangka adanya serangan, tidak sempat melarikan diri dan bertumpuk di dalam masjid. Menembak secara membabi buta, pelaku memastikan seluruh korban yang berada di dalam masjid tewas. Lalu pelaku keluar masjid menuju mobil untuk mengganti senjata. “Sepertinya hari ini kita tidak dapat burung bung,” ujar pelaku dalam siaran langsungnya yang banyak beredar di media sosial.
Setelah mengganti senjatanya, pelaku kembali ke dalam masjid dan menembaki para korban yang sekarat maupun telah tewas. Bahkan pelaku juga menembaki orang yang berada di sekitar masjid hingga pinggir jalan sebelum akhirnya meninggalkan TKP. Adapun siaran langsung pembantaian ini yang tersebar sepanjang 17 menit.
Dilaporkan korban meninggal dunia mencapai 40 orang dan puluhan lain terluka akibat penyerangan brutal itu. Menurut media setempat, pelaku diyakini sebagai seorang ekstrimis sayap kanan yang sangat anti Islam.
Sementara itu, Indonesia mengecam keras aksi penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru, tersebut. Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington terus memantau perkembangan situasi dan telah mengirimkan tim ke Christchurch untuk berkoordinasi dengan otoritas keamanan, rumah sakit dan Perhimpunan Pelajar Indonesia setempat.
Sebab informasi yang beredar, ada enam WNI di dalam masjid ketika penembakan terjadi. Tiga WNI dipastikan selamat sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.
Menurut data Kemenlu RI, terdapat 331 WNI di Christchurch, termasuk 134 mahasiswa. Jarak Wellington, ibu kota Selandia Baru, ke Christchurch sekitar 440 km. Pemerintah mengimbau agar WNI di Selandia Baru untuk tetap waspada dan berhati-hati. Bagi keluarga dan kerabat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dan bantuan konsuler, dapat menghubungi hotline KBRI Wellington, +64 21 1950 980 dan +64 22 3812 065. (ije)

















